Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Harga Daging Sapi Masih Stabil, Harga Daging Kambing Alami Kenaikan Jadi Rp 125 Ribu per Kilogram

Selain itu selama pandemi Covid-19 stok nya juga menipis, sehingga pemasukan berkurang dan pengaruhnya ke menaikkan harga

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Salah satu Pedagang Daging Sapi dan Kambing di Pasar Trayeman, Atun (51), saat ditemui di lapak jualannya Kamis (8/4/2021). Atun terlihat sedang melayani pesanan pembelinya. Meski harga daging sapi belum mengalami kenaikan, namun Atun mengaku penjualannya cenderung sepi. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Jelang bulan suci ramadan 1442 Hijriyah, harga beberapa bahan makanan mengalami kenaikan seperti ayam potong dan daging kambing. Namun untuk harga daging sapi sendiri belum mengalami kenaikan atau masih stabil. 

Informasi tersebut, disampaikan oleh Salah satu Pedagang Daging Sapi dan Kambing di Pasar Trayeman, Atun (51), saat ditemui di lapak jualannya Kamis (8/4/2021).

Dijelaskan, kenaikan harga terjadi karena dari agen tempat Atun mengambil daging kambing juga naik sehingga ia menyesuaikan saja. 

Selain itu selama pandemi Covid-19 stok nya juga menipis, sehingga pemasukan berkurang dan pengaruhnya ke menaikkan harga. 

"Sekarang harga daging sapi Rp 120 ribu per kilogram, itu termasuknya tidak naik dan masih stabil. Karena biasanya kalau daging sapi naik saat jelang lebaran. Nah yang lagi naik itu harga daging kambing, biasanya Rp 120 ribu per kilogram saat ini Rp 125 ribu per kilogram jadi naik Rp 5 ribu per kilogram," jelas Atun, pada Tribunjateng.com.

Meski harga daging sapi stabil, namun Atun mengaku penjualannya cenderung sepi tidak seramai biasanya. Sampai siang dagangannya juga masih lumayan banyak, padahal sebelum-sebelumnya selalu habis.

Yang biasanya Atun memotong satu sapi bisa habis dalam waktu satu hari, saat ini membutuhkan waktu lebih lama.

Begitu juga dengan daging kambing. Apalagi untuk daging kambing kan mengalami kenaikan harga.

"Saya mengambil daging di Agen daerah Sawangan, kalau memelihara dan punya sendiri jujur tidak sanggup. Selain tenaga, modal nya juga butuh lebih besar. Sepinya pembeli selain karena ada kenaikan harga ya terdampak pandemi juga," katanya. 

Atun menambahkan, minat konsumen untuk berbelanja persiapan jelang puasa ke pasar cenderung menurun dari tahun-tahun sebelumnya. 

Faktor yang mempengaruhi masih adanya pandemi Covid-19, belum lagi penjual di warung-warung yang juga sudah menyediakan stok belanjaan lebih banyak, ditambah penjual keliling juga mempengaruhi. (dta) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved