Breaking News:

Universitas Ivet

Jelang Ramadhan Pimpinan Universitas Ivet Semarang Ziarahi Makam Para Pendiri

Ziarah tahun ini diikuti oleh para Pimpinan Universitas Ivet (Unisvet) yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor 2 dan 3 serta perwakilan Pimpinan Yayasa

IST
Rektor Universitas Ivet Prof Dr Rustono menabur bunga ke makam salah satu pendiri Universitas Ivet 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, setiap tahun jajaran pimpinan Universitas Ivet Semarang mengadakan ziarah ke makam para pendiri di Taman Makam Pahlawan Semarang.

Tujuannya sebagai wujud penghormatan kepada para pendiri dan pembesar Universitas Ivet.

Ziarah tahun ini berlangsung Kamis (8/4/2021), diikuti oleh Rektor, Wakil Rektor 2 dan 3 serta perwakilan Pimpinan Yayasan Pembina IKIP Veteran.

"Sudah lebih dari 50 tahun Universitas Ivet berdiri. Banyak sekali perubahan dan penambahan program studi. Dulu hanya 9 program studi kemudian sekarang sudah memiliki 23 program studi. Kemudian kita juga mengalami perubahan nama dari IKIP Veteran menjadi Universitas Ivet. Semua ini juga tidak lupa dari peran penting dari para pendiri yang sudah memperjuangkan kemajuan Perguruan Tinggi ini," ujar Rektor Prof Dr Rustono.

Rektor beserta para wakil rektor dan perwakilan pimpinan Yayasan IKIP Veteran semarang berdoa bersama dalam rangka ziarah ke makam para pendiri Universitas Ivet di Taman Makam Pahlawan Semarang
Rektor beserta para wakil rektor dan perwakilan pimpinan Yayasan IKIP Veteran semarang berdoa bersama dalam rangka ziarah ke makam para pendiri Universitas Ivet di Taman Makam Pahlawan Semarang (IST)

"Maka dari itu kita patut memberikan penghormatan yang terbaik dengan cara berziarah kepada para pendiri yang sudah lebih dahulu meninggalkan kita," imbuhnya.

Sekretaris Yayasan Pembina IKIP Veteran Nadhifin mengatakan, kegiatan rutin ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi para pimpinan.

Terutama para pimpinan yang baru sebab masa jabatan seorang pemimpin di Unisvet ini hanya berjalan 5 tahun.

Kemudian nanti akan diganti dengan yang baru agar ada regenerasi.

"Maka dari itu perlu adanya pengenalan kepada pemimpin yang baru terhadap para pemimpin lama yang sudah meninggalkan kita terlebih dahulu. Harapannya para pemimpin yang saat ini memimpin Universitas Ivet bisa meneruskan perjuangan para pendiri terdahulu sehingga cita cita untuk mewujudkan universitas yang unggul bisa tercapai, " ujar Nadhifin.

"Perjuangan para pendiri inilah yang menjadi motivasi bagi para pemimpin sekarang agar bisa lebih semangat dalam memajukan perguruan tinggi. Sebab dengan motivasi yang baik tentu kemajuan Universitas Ivet akan lebih meningkat lagi, " tandasnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved