Breaking News:

Berita Blora

Pernah Ada Dua Napi dan Delapan Pegawai Rutan Blora Positif Covid-19, Layanan Besuk Masih Ditutup

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Blora sampai saat ini masih belum membuka layanan besuk.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Ssejumlah aparat berjaga di pintu depan Rutan Kelas II B Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Blora sampai saat ini masih belum membuka layanan besuk. Untuk sementara warga binaan yang hendak bertemu dengan keluarga diberi fasilitas video call.

“Karena aturannya tidak boleh (dibesuk), kami antisipasi warga binaan kami siapkan video call dengan keluarga,” ujar Kepala Rutan Kelas II B, Dedi Cahyadi, kepada Tribunjateng.com, Kamis (8/4/2021).

Selain karena aturan, ditutupnya layanan besuk narapidana adalah untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19. Kata Dedi, pernah ada narapidana yang dinyatakan positif dan pegawai yang terpapar Covid-19.

“Pernah ada yang kena (Covid-19), napi dua dan pegawai delapan,” tandas Dedi.

Narapidana yang terpapar Covid-19 itu diketahui saat hendak siding putusan di pengadilan. Sebelum menjalani sidang, dia menjalani uji swab. Dari situ kemudian ketahuan jika ada satu narapidana yang positif.

“Langsung (napi yang positif) isolasi mandiri dipisahkan kamarnya,” ujar Dedi.

Setelah itu, sejumlah narapidana lain dilakukan uji swab. Kemudian kembali ditemukan satu narapidana lain yang ternyata juga positif.

“Yang lain kita periksa, terjaring satu lagi (napi positif Covid-19) akhirnya kita pisahkan. Sekarang Alhamdulillah tidak ada lagi,” kata dia.

Selain narapidana, kata Dedi, sejumlah pegawai Rutan juga pernah menjalani uji swab. Dari situ kemudian ditemukan ada delapan yang dinyatakan positif.

“Kalau yang pegawai itu beda, tidak dari narapidana,” tandas Dedi.

Untuk itu, lanjut Dedi, sampai saat ini layanan besuk di Lapas yang dihuni oleh 126 narapidana maupun tahanan itu masih belum dibuka. Namun bagi keluarga yang hendak menitip barang untuk narapidana maupun tahanan masih diperbolehkan. Asalkan barang yang dititipkan bukan termasuk yang dilarang.

“Kemudian kalau ada tamu kunjungan juga harus pakai masker, kalau tidak kami suruh kembali,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved