Breaking News:

Berita Semarang

Rumah Dinas Wali Kota Semarang Satu Tahun Menjadi Tempat Isolasi, Ini Cerita dari Pasien

Rumdin Wali Kota Semarang genap satu tahun pada 30 Maret 2021 lalu untuk isolasi pasien Covid-19.

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Para pasien Covid-19 yang dirawat di rumah dinas melakukan latihan pernafasan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah dinas Wali Kota Semarang telah genap satu tahun pada 30 Maret 2021 lalu difungsikan sebagai tempat isolasi terpusat pasien Covid-19.

Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di kota lunpia, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menaikkan status tempat isolasi tersebut menjadi rumah sakit (RS) Darurat Covid-19 mulai Januari 2021.

Tentu, banyak cerita dari para pasien yang sempat dirawat di tempat itu. Seorang pasien Covid-19 yang pernah di rawat di rumah dinas, Handaka mengaku sangat terkesan selama menjalani isolasi di rumah dinas.

Menurutnya, penanganan karantina di rumah dinas Wali Kota Semarang sangat bagus.

"Kalau boleh saya kasih bintang, pantas diberi bintang empat," ucap Handaka, Rabu (7/4/2021).  

Handaka merupakan pasien Covid-19 yang dirawat hanya dua hari lantaran ia tak bergejala. Meski dirawat cukup singkat, dia merasa senang selama berada di tempat isolasi. Menurutnya, tempat isolasi tersebut tidak semengerikan yang selama ini dibayangkan. Setiap ruangan jauh dari kesan seram. Ruangan selalu bersih dan nyaman sebagai tempat istirahat. Ketersediaan kamar mandi juga cukup banyak.

Kemudian, pasien tidak melulu hanya beristirahat di tempat tidur saja. Setiap pagi dan sore, kata Handaka, pasien diajak senam bersama untuk melenturkan tulang dan merilekskan pikiran.

"Pikiran harus tetap senang biar imun tetap kuat. Habis senam cek kondisi tubuh kemudian saya diminta untuk swab," paparnya.

Setelah senam, lanjut dia, para nakes juga mengungumkan siapa saja pasien yang terwisuda alias sudah sembuh dari Covid-19. Pemulangan biasanya dilakukan setiap pagi dan sore.

Dari segi pemenuhan gizi, menurutnya, pihak rumah isolasi juga tidak sembarangan dalam memberi makanan bagi pasien. Selama dirawat di sana, Handaka mengaku mendapat jatah makan tiga kali sehari. Baginya, menu makanan yang diberikan bervariatif dan sangat enak.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved