Sirkuit Mandalika Siap Gelar Balapan MotoGP
Progres pembangunan Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mencapai 70 persen.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pembangunan Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dikebut. Hingga kini, progres pembangunan sirkuit itu sudah mencapai 70 persen.
Bahkan, induk organisasi balap motor dunia, FIM, dan promotor balapan MotoGP, Dorna, mengacungi dua jempol untuk keindahan sirkuit yang direncanakan akan dipakai untuk gelaran MotoGP dan World Superbike itu.
”Seluruh proses pengerjaan lintasan sirkuit dilakukan secara cermat, teliti, dan berstandar tinggi. Didukung panorama alam di kawasan sirkuit yang sangat eksotis, dikelilingi bukit dan juga pantai," kata Ketua MPR, Bambang Soesatyo, dalam keterangannya, Kamis (8/4).
"Tak heran jika pihak FIM dan Dorna Sports sampai mengacungkan dua jempol saat melihat langsung keindahan kawasan Sirkuit Mandalika,” tambahnya.
Bamsoet, sapaannya, menyatakan hal itu setelah meninjau langsung kondisi lintasan Sirkuit Mandalika yang sedang mengerjakan pengaspalan lapisan pertama (AC Base) di beberapa ruas lintasan.
Peninjauan ke Sirkuit Mandalika itu juga diikuti Safety Officer The Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) Franco Uncini, Managing Director Dorna Sports Carlos Ezpeleta, dan Dorna Race Direction Loris Capirossi.
Walaupun masih ada PR untuk melakukan pengaspalan lapisan kedua (AC Binder) hingga lapisan akhir (surface SMA), secara keseluruhan progres proyek sirkuit ini mencapai 70 persen.
”Bahkan Managing Director Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, sampai menyatakan, Welcome to Lombok; House of MotoGP Indonesia,” tuturnya.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu menjelaskan, panjang lintasan Sirkuit Mandalika mencapai 4,31 km, memiliki 17 tikungan. Paddock area sirkuit sanggup menaungi 40 garasi.
Kapasitas grandstand seating mencapai lebih dari 50.000 tempat duduk, sementara non-seated area (tribun berdiri) sanggup menampung 138.000 orang.
”Penonton juga bisa menyaksikan balapan dari hospitality suites yang direncanakan berkapasitas 7.700 penonton. Seluruhnya dikerjakan dengan sangat serius dan penuh ketelitian, demi memberikan kenyamanan dan pengalaman berkesan bagi pembalap, crew, hingga turis yang datang ke Lombok," jelasnya.
Bamsoet optimistis pembangunan kawasan Sirkuit Mandalika akan selesai pada kuartal II hingga III 2021 serta bisa segera lulus homologasi dari FIM pada Juni atau Juli 2021.
"Agar lulus homologasi, ada beberapa aspek teknis yang akan dinilai. Antara lain trek sirkuit, pit and paddock, race control, rumah sakit khusus beserta tenaga dokter, tenaga marshal terlatih, dan masih banyak lagi. IMI akan membantu sepenuhnya, khususnya dalam pelatihan marshal," ucapnya.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo juga memastikan infrastruktur sirkuit Mandalika akan tuntas pada Juli 2021.
"Soal gelaran MotoGP akan ada pembahasan lagi dengan pihak Dorna Sports. Saat ini pemerintah punya kewajiban menyelesaikan seluruh infrastruktur sirkuit," jelasnya.
Managing Director Dorna Sports, selaku pemegang hak komersial MotoGP, Carlos Ezpeleta mengaku tak sabar ingin melihat gelaran balap motor paling bergengsi di dunia itu kembali digelar di Indonesia.
"Melihat trek dari gambar dan secara langsung itu berbeda, sangat mengejutkan, karena trek ini akan sangat luar biasa. Kami sangat senang dengan progresnya," kata Ezpeleta setelah inspeksi.
"Tentu setiap orang tahu masih banyak hal yang harus dikerjakan, tapi kami tidak sabar lagi menyaksikan MotoGP di sini, dan kami yakin para pebalap MotoGP akan menyukainya," lanjutnya.
Masih tersisa sekitar 3 bulan bagi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) merampungkan pembangunan lintasan sebelum homologasi final pada pertengahan tahun.
"Untuk homologasi, semuanya harus selesai, termasuk marshal, medis, pusat medis dan trek itu sendiri. Menurut linimasa yang kami terima dari MGPA, kami terus sesuai jadwal," kata Ezpeleta.
Sama seperti Ezpeleta, safety Advisor Dorna yang juga merupakan legenda MotoGP, Loris Capirossi mengaku puas lihat perkembangan pembangunan Sirkuit Mandalika. "Inspeksi Lombok selesai dengan rasa puas, saya rasa kalian bisa melihatnya," ucapnya, dalam akun instagram miliknya.
Sirkuit Mandalika telah resmi masuk dalam kalender WSBK 2021 sebagai tuan rumah seri ke-11 pada 12-14 November, tetapi masih berada di daftar sirkuit cadangan kalender provisional MotoGP musim ini.
Pemerintah menargetkan Sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah Grand Prix Indonesia pada Oktober 2021 ketika MotoGP memulai tur Asia.
Slot Oktober kalender MotoGP saat ini diisi empat balapan, yaitu Grand Prix Jepang (3/10), Thailand (10/10), Australia (24/10) dan Malaysia (31/10), menyisakan satu pekan kosong pada pertengahan bulan sebelum seri penutup musim digelar di Valencia, Spanyol pada 14 November.
Indonesia terakhir kali menjadi tuan rumah grand prix balap motor pada 1997 di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.
"Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata seberapa pentingnya MotoGP kembali ke Indonesia. Ini adalah pasar yang besar bagi kami dan bagi para pabrikan serta basis fan Indonesia, MotoGP itu tidak ada duanya. Jadi kami senang bisa kembali dan menantikan hari itu tiba," ujar Ezpeleta. (tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembangunan-sirkuit-mandalika.jpg)