Breaking News:

Berita Kudus

Cerita Mitos Rajah di Jembatan Tanggulangin

Rombongan Bupati Kudus, HM Hartopo kembali ke Kabupaten Kudus setelah melakukan pelantikan di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jumat (9/4/2021).

TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Rombongan Bupati Kudus, HM Hartopo melakukan ziarah kubur ke Makam Bupati Kudus Pertama, Muhamad Idris setelah melakukan pelantikan Jumat (9/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Rombongan Bupati Kudus, HM Hartopo kembali ke Kabupaten Kudus setelah melakukan pelantikan di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jumat (9/4/2021).

Namun, Hartopo tidak langsung melintasi Jalan Demak-Kudus yang melewati Jembatan Tanggulangin.

Hartopo memilih jalan memutar melewati rute Semarang ke Purwodadi, lalu ke Bulungcangkring dan langsung menuju Masjid Agung Kudus.

Sesampainya di Masjid, Hartopo menunaikan ibadah salat Ashar berjamaah.

Kemudian dilanjutkan berdoa di Makam Bupati Kudus pertama yakni Muhammad Idris, alias Raden Tumenggung Harjodinegoro‎ bergelar Raden Tumenggung Tjondro Negoro IV.

‎Setelah itu rombongan menuju ke Kantor Bupati Kudus dengan berjalan kaki.

Rombongan Bupati Kudus, bukan tanpa sebab tidak melewati Jembatan Tanggulangin karena adanya kepercayaan rajah yang tertanam di  sana.

Lembaga Penjaga dan Penyelamat Karya Budaya Bangsa (LPPKBB)‎, Sancaka Dwi Supani mengatakan, cerita mengenai rajah yang tertanam di Tanggulangin sudah menjadi cerita turun temurun.

"Sampai sekarang cerita itu masih diper‎caya, bahkan sudah ada sejak abad ke-14," ujar dia, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya, rajah yang tertanam di Tanggulangin mirip seperti rajah ‎kolocokro yang ada di Masjid Menara Sunan Kudus.

Halaman
123
Penulis: raka f pujangga
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved