Berita Sragen

Dinkes Kabupaten Sragen Tetap Lakukan Vaksinasi Covid-19 Pada Bulan Puasa: Peminat Masih Tinggi

DKK Sragen tetap akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 di bulan ramadan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menjadi vaksinator Covid-19 kepada para pelayan publik beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen tetap akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 di bulan ramadan. Hanya saja vaksinasi hanya berlangsung selama empat jam.

Selain berlangsung selama empat jam saja, Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengatakan vaksinasi akan dilakukan lebih awal yakni pukul 07.00 dimana sebelumnya dimulai pukul 08.00 WIB.

"Selama bulan ramadan kita akan tetap akan melakukan vaksinasi dari Senin sampai Jumat. Pas puasa kita batasi sampai jam 11.00 WIB dan dimulai pukul 07.00."

"Biasanya kita pukul 08.00 sampai pukul 13.00 kadang malah sampai pukul 14.00  jika tidak bulan puasa," terang Hargi ketika ditemui di ruang kerjanya.

Pembatasan jam vaksinasi ini, dikarenakan penerima vaksin sedang berpuasa. Hargi mengatakan penerimaan reaksi masing-masing orang beda mengingat sedang berpuasa.

Beda halnya dengan penerima vaksin yang tidak berpuasa, Hargi mengatakan masih bisa melayani vaksinasi apabila penerima tidak berpuasa atau beragama selain Islam.

Terkait berapa jumlah vaksin, Hargi mengatakan saat ini vaksin yang tersedia hanya untuk suntikan dosis kedua. Sementara untuk dosis pertama belum mendapatkan kiriman.

"Saat ini vaksin hanya ada untuk suntikan dosis kedua bagi para lansia dan tenaga pendidik. Jumlah vaksin dosis pertama kita melihat situasi dan kondisi saja nanti," katanya.

Dosis kedua ini, katanya bisa digunakan untuk dosis pertama secepatnya apabila pihaknya mendapatkan kepastian tanggal vaksin selanjutnya akan datang di Sragen.

Belum Ada Rencana Vaksinasi Malam Hari 

Hargi melanjutkan pihaknya hingga saat ini belum ada rencana melakukan vaksinasi Covid-19 pada malam hari selama bulan puasa.

Ia takut jika vaksinasi dilakukan pada malam hari, akan menganggu program dari DKK yang lain. Mengingat tidak semua tenaga mengurus vaksin dan SDM terbatas.

"Kita belum ada rencana vaksin pada malam hari, takutnya akan menganggu program yang lain. Tenaga kita terbatas dan tidak semua mengurus vaksin," lanjut dia

Dalam satu tim Vaksinasi Covid-19, Hargi mengatakan dilakukan sebanyak lima sampai enam orang. Jumlah tim di masing-masing tempat vaksin berbeda.

Seperti di Rumah Sakit terdapat dua tim vaksinator, DKK sebanyak 3-4 tim, Puskesmas ada dua tim dan klinik hanya ada satu tim vaksinator.

Hari mengatakan akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu terkait vaksinasi selama bulan Ramadan. Minggu ini mau sosialisasi tapi ketersediaan vaksin saat puasa kamis Minggu depan perkiraan vaksin 

"Seharusnya saya mau sosialisasi Minggu ini, tapi vaksin juga belum tersedia. Barangkali sosialisasi Minggu depan, sekaligus perkiraan vaksin yang datang berapa dan ke siapa saja," katanya.

Meskipun vaksinasi disaat berpuasa, Hargi mengatakan peminat masyarakat yang ingin disuntik vaksin Covid-19 hingga kini masih tinggi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved