Breaking News:

Kementerian BUMN Beri Sinyal Bank Pelat Merah bakal Hapus Kredit Macet UMKM

Pilihan utama adalah bagi UMKM yang meski tidak mampu bayar kredit akibat dampak pandemi, tetapi usahanya diyakini bisa segera jalan lagi.

kompas.com
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo 

TRIBUNJATENG.COM, BALI - Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo membuka opsi bank pelat merah untuk melakukan pemutihan atau menghapus kredit macet pelaku UMKM.

Tiko, sapaannya, mengatakan, pemutihan tersebut akan dilakukan jika perbankan harus segera mendorong penyaluran kredit di 2021.

Namun, menurut dia, pilihan utama dalam mendorong penyaluran kredit adalah bagi UMKM yang meski tidak mampu bayar kredit akibat dampak pandemi, tetapi usahanya diyakini bisa segera jalan lagi.

"Buat yang sudah tidak mampu bayar, tapi usahanya mau mulai, kami layani, dan bagi yang mampu melunasi utang lama akan kami beri (kredit-Red) baru," katanya, dalam ‘Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional’ di Bali, Jumat (9/4).

"Sementara, kami bedakan mana yang utang lama (sebelum pandemi-Red) tidak bisa dibayar, diputihkan dulu, baru dikasih kredit baru," tambahnya.

Seperti diketahui, bank BUMN telah membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 2.433,9 triliun hingga Februari 2021 atau meningkat 1,5 persen.

Bank BUMN dituntut terus agresif menyalurkan kredit, seperti terlihat dari target Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2021 yang dipatok mencapai Rp 253 triliun, atau naik 15 persen dari tahun lalu sebesar Rp 220 triliun, dengan kuota untuk bank BUMN meningkat.

"Jadi kami laporkan, sudah cek angkanya sudah positif (pertumbuhan kredit bank BUMN-Red). Semoga di kuartal II lanjut, sudah positif, terutama KUR, yang masih negatif (kredit) korporasi," jelasnya.

Adapun, Tiko menuturkan, jumlah restrukrisasi kredit perbankan sudah mencapai Rp 1.200 triliun lebih, sehingga harus ada penghitungan detail pada pertengahan tahun ini agar bank segera menyiapkan dana Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) lebih besar.

"Bank lihat di Mei dan Juni ini mana yang mampu bayar pokok utang dan tidak lagi, pencadangan April dan Mei ini akan besar. Saya rasa bank BUMN lebih agresif (menyalurkan kredit-Red) di kuartal II, semoga bank swasta mengikuti, tapi lihat dulu (restrukrisasi-Red) Rp 1.200 triliun ini dampaknya di industri perbankan," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved