Breaking News:

Berita Semarang

Kisah Pilu Subiat Pekerja Bangunan Semarang Kehilangan 2 Tangan Akibat Tersengat Listrik

ubiat seorang pekerja bangunan di Kota Semarang mengalami nasib tragis.

Anak pertama sudah berusia 19 tahun, kedua 12 tahun yang saat ini tengah belajar di Pondok Pesantren, balita 3 tahun, dan bayi 5 bulan. 

"Keluarga tersebut hubungan baik dengan para tetangga sehingga musibah tersebut juga membuat kami sangat prihatin," katanya. 

Dia mengaku, sudah lama mengenal keluarga itu yakni mulai dari awal mereka mengontrak di tempat yang sekarang. 

Korban setiap hari memang bekerja serabutan dari belasan tahun lalu. 

Mulai dari menjadi tukang sampah dan buruh bangunan. 

Baru tiga tahun terakhir dibantu istrinya yang berjualan ikan laut di kawasan Perumahan Menoreh, Sampangan. 

"Mereka bekerja keras untuk menghidupi empat anak," paparnya. 

Dia pun merasa prihatin dengan kondisi yang dialami oleh korban. 

Pasalnya di tengah himpitan ekonomi mendapatkan musibah kehilangan dua tangan. 

Apalagi korban harus menghidupi anak-anaknya yang masih kecil. 

Dia tak bisa membayangkan betapa hancurnya mental korban. 

"Luka fisik butuh waktu lama untuk sembuh namun tentu menyembuhkan mental korban lebih lama lagi," ungkapnya.

(Iwn)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Penulis: iwan Arifianto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved