Breaking News:

Penembakan Lagi di AS, 1 Tewas dan 5 Lain Terluka di Texas

Insiden itu menambah daftar panjang kejadian serupa yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa waktu terakhir.

Editor: Vito
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi penembakan 

TRIBUNJATENG.COM, TEXAS - Aparat kepolisian kota Bryan, Texas, melaporkan, satu orang tewas dan lima lainnya terluka dalam insiden penembakan di kawasan industri pembuatan lemari tersebut pada Kamis (8/4).

Insiden itu menambah daftar panjang kejadian serupa yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Polisi Byran, Eric Buske mengatakan, tersangka diyakini karyawan di Kent Moore Cabinet. Melansir USA Today, polisi telah menahan tersangka dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak berwenang membeberkan, satu orang dilaporkan tewas di tempat kejadian, sementara empat lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat dengan kondisi kritis.

"Korban keenam dibawa ke rumah sakit setelah menderita serangan asma," katanya, dalam konferensi pers, Kamis (8/4) malam.

Dikutip dari Ap News, Buske mengatakan, motif penembakan itu tidak jelas. Penembak sudah pergi saat petugas tiba.

Juru bicara kepolisian setempat, Letnan Jason James mengatakan via telepon kepada CNN bahwa penembakan itu terjadi di sebuah pusat bisnis di mana banyak karyawan berada di dalamnya.

Sheriff Grimes County, Don Sowell menuturkan, seorang tersangka pria dalam penembakan itu ditangkap di kota kecil Iola, sekitar 48 kilometer dari pabrik kabinet.

Diwartakan surat kabar Eagle yang mengutip pemindai lalu lintas, dua ambulans meninggalkan tempat kejadian dan enam lagi dikirim ke Brazon Conty Industrial Park.

Juru bicara Deon Washington menuturkan, Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) mengirimkan agen serta anjing pelacak ke tempat kejadian.

Washington tidak memberikan lebih banyak informasi secara rinci tentang apa yang akan dilakukan pihak berwenang. Dia menegaskan bahwa situasi berkembang dengan cepat.

Gubernur Texas Greg Abbott berdoa untuk para korban penembakan dan keluarga mereka. "Saya telah bekerja sama dengan Departemen Keamanan Publik Texas dan Texas Rangers saat mereka membantu penegak hukum setempat dalam menanggapi tindakan kriminal ini dengan cepat," tuturnya.

Sebelumnya, penembakan terjadi di sebuah spa di Atlanta pada pertengahan Maret yang menewaskan delapan orang.

Sebelumnya juga terjadi penembakan yang menewaskan 10 orang di sebuah supermarket di Boulder, Colorado, serta empat tewas dalam penembakan di Orange, California.

Penembakan teranyar di Texas ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Joe Biden dan Jaksa Agung Merrick Garland mengumumkan langkah-langkah pembatasan senjata api guna mengatasi lonjakan kekerasan senjata di Amerika Serikat(tribunnews/cnn)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved