Breaking News:

Berita Semarang

41 Staf BEM Fakultas Hukum USM Ikuti Latihan Dasar Kepemimpinan

BEM Fakultas Hukum USM Kabinet Harmoni Progresif menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Istimewa
Narasumber Theodorus Yosep Parera memberikan materi kepada para peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digelar BEM FH USM secara daring, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM) Kabinet Harmoni Progresif menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi calon staf secara secara daring yang diikuti 41 peserta.

LDK bertema "menciptakan jiwa kepemimpinan mahasiswa dalam berorganisasi yang kreatif dan inovatif di masa pandemi Covid-19" itu dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Hukum USM, Dhian Indah Astanti.

Ketua BEM FH USM, Teguh Dwi Laksono mengatakan, meskipun dilaksanakan secara online, LDK tidak mengurangi esensi LDK tersebut. Menurutnya, hidup harus terus bergerak seperti mengendarai sepeda agar tetap seimbang.

"Meskipun pandemi seperti ini, kita sebagai mahasiswa harus memunculkan inovasi baru supaya tidak monoton di tempat. Karena di saat seperti ini juga kita pun harus bergerak untuk pengkaderan," kata Teguh, dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Dalam LDK tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber terkait kepemimpinan, manajemen konflik, konstitusi, dan teknikal persidangan.

Mereka yaitu pendiri Rumah Pancasila, Theodorus Yosep Parera, Sekjen Hanura Jateng Budi Susilo, yang juga alumni organisasi mahasiswa FH USM. Kemudian, Dosen Fakultas Hukum USM Muhammad Junaidi dan Ketua BEM FH USM 2014-2015 Raden Ariawan Soeroyo.

Selain materi LDK, calon staf ini juga diisi dengan beberapa games dan ice breaking yang dipandu oleh MC, selain itu para peserta LDK ini juga mempresentasikan hasil tugas baik tugas kelompok dan tugas individu.

Usai LDK para peserta dinyatakan sah menjadi Staf BEM FH USM yang ditandai dengan pengucapan Ikrar janji yang dipandu oleh Ketua BEM FH USM Teguh Dwi Laksono.

"Setelah mengikuti LDK, diharapkan untuk para peserta tetap konsisten dalam berproses di sebuah organisasi. Karena notabennya organisasi ini merupakan benda mati, maka dari itu para peserta harus mempunyai bentuk kontribusi nyata kepada organisasi," ucap Teguh.

Ia berpesan, agar para staf BEM FH USM tidak LDK sebagai agenda formalitas saja. Akan tetapi, ia meminta agar LDK tersebut dijadikan momentum untuk bersiap menjadi pemimpin di masa depan. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved