Breaking News:

Berita Karanganyar

Cara Unik Remaja Masjid Ngadiluwih Matesih Karanganyar Gelar Padusan Sebelum Ramadan

Terpisah Kepala Kemenag Karanganyar, Wiharso menyampaikan, padusan menjadi tradisi masyarakat menjelang bulan ramadan.

Cara Unik Remaja Masjid Ngadiluwih Matesih Karanganyar Gelar Padusan Sebelum Ramadan
Istimewa
Jalan kampung menuju Masjid Al-Ikhlas Punukan Kidul RT 2 RW 16 Desa Ngadiluwih Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar dihias dengan ornamen bambu untuk menyambut bulan ramadan.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR -  Remaja Masjid Al-Ikhlas Punukan Kidul RT 2 RW 16 Desa Ngadiluwih Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar mempunyai cara unik untuk menggelar tradisi padusan sebelum memasuki bulan ramadan.

Berbeda dengan tradisi pada umumnya yang biasa dilakukan masyarakat dengan mandi di kolam pemandian atau sumber mata air, remaja masjid Al-Ikhlas justru menghadirkan satu unit truk tangki air.

Penasehat Remaja Masjid, Misbahkul Munif menyampaikan, tradisi padusan dengan menghadirkan satu unit truk tangki sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Baca juga: Kepergok Tanpa Busana di Rumah Dokter, Briptu MM Bekap Mulut Mertuanya hingga Ketakutan

Baca juga: Cerita Para Wanita Cantik Uzbekistan Jadi PSK di Bali, Diburu Orang Indonesia Pencari Sensasi Bule 

Baca juga: Hadir di Pernikahan Putranya, Ibu Ini Kaget, Menantunya Ternyata Putrinya yang Lama Hilang 

Baca juga: Masayu Anastasia Diprotes Ibunda dan Anak Main Peran Antagonis di Sinetron

Momen ramadhan tahun ini, direncanakan padusan akan di gelar dengan cara yang sama di halaman masjid pada Minggu (11/4/2021) sekira pukul 15.00. 

"Dari pada padusan ke mana-mana.

Mending di sekitar sini saja.

Nanti disemprot air dari truk tangki," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (10/4/2021). 

Dia menjelaskan, padusan tahun sebelumnya memang tidak digelar karena masih awal pandemi Covid-19.

Dalam menyambut bulan ramadhan, lanjutnya,  remaja masjid bersama warga sekitar juga turut menghias jalan kampung menuju masjid untuk meyemarakkan datangnya bulan suci.

"Biasanya setelah menghias kampung, kerja bakti diakhiri dengan padusan," ucapnya. 

Halaman
12
Penulis: Agus Iswadi
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved