Breaking News:

Bea Cukai Tanjung Emas

Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster, Bea Cukai Tanjung Emas Raih Penghargaan dari BKIPM

Berhasil menegakkan hukum di bidang kelautan dan perikanan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, dapatkan Penghargaan dari Badan Karantina Ikan

IST
Apresiasi keberhasilan Bea Cukai terhadap penggagalan penyelundupan baby lobster dan peran serta dalam menegakkan hukum di bidang kelautan dan perikanan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berhasil menegakkan hukum di bidang kelautan dan perikanan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, dapatkan Penghargaan dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) atas penyidikan tindak pidana kepabeanan terhadap kasus baby lobster, Jumat (9/4/2021).

Upaya penggagalan penyelundupan 24.650 ekor benih lobster ke Singapura di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dilaksanakan setahun yang lalu, 6 Maret 2020.

Pengungkapan dilakukan bersama Balai Karantina lkan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Imigrasi Bandara Ahmad Yani Semarang.

“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan Bea Cukai terhadap penggagalan penyelundupan baby lobster dan peran serta dalam menegakkan hukum di bidang kelautan dan perikanan.” ungkap Kepala BKIPM Semarang, Raden Gatot Perdana, kepada Bea Cukai Tanjung Emas.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengungkapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

"Semoga ke depan kolaborasi dan komitmen bersama antara Bea Cukai dan seluruh lembaga, aparat penegak hukum dapat selalu terjaga, dalam menjaga kelautan dan perikanan di Indonesia," terangnya. 

Penggagalan benih lobster ini, dapat menyelamatkan sumber daya lobster senilai Rp 2,3 Miliar dan penegakan hukumnya memberikan efek jera pada pelaku.

Sedangkan lobster yang diamankan akan dilepasliarkan di perairan Jepara. (*) 

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved