Breaking News:

Berita Pemalang

Rekomendasi Kuliner Pemalang: Pecak Belut Santan Bu Niti Sensasi Pedas Gurih yang Bikin Keringetan

Sensasi gurih bercampur pedas, akan langsung menggetarkan lidah pecinta kuliner saat mencicipi belut pecak santan.

Penulis: budi susanto
Editor: rival al manaf

"Rasanya mantap, luar biasa. Selain gurih karena ada santannya, rempah-rempah yang ada pada sambal sangat terasa," ucapnya. 

Senada dengan Renaldy, Viva Laela bersama rekannya Yulia, dan Eka Elis, datang jauh-jauh dari Kabupaten Batang, hanya untuk mencicipi belut pecak santan di warung Bu Niti

"Sudah lama kami tidak ke sini, jadi rindu sensasi belut pecak santannya Bu Niti. Maka dari itu kami datang untuk mencicipinya kembali," kata Viva. 

Viva menuturkan, rasanya tak berubah dan tetap sedap, seperti merasakan belut pecak santan di warung Bu Niti pertama kali. 

"Rasanya Endolita, alias sedap sekali," jelasnya. 

Sementara itu, Niti Lestari, pemilik warung, mengatakan, warung tersebut sudah dikelola keluarganya selama dua generasi. 

"Kalau pertama berdiri tahun 1975, sampai sekarang resepnya masih sama, dan menu paling favorit adalah belut pecak santan," tuturnya. 

Pecak belut santan, yang ada dijual di warung pecak belut Bu Niti
Pecak belut santan, yang ada dijual di warung pecak belut Bu Niti (Tribun-Pantura.com/ Budi Susanto)

Niti menerangkan, pelanggan yang datang dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten Pemalang.

Baca juga: Sektor Perikanan di Pemalang Melaju di Tengah Pandemi, Suharto Optimis Target PAD 2021 Tercapai

Baca juga: Taufik Gagas Aplikasi Bernama Buka Cawet di Pemalang

Baca juga: 24 Rumah Warga Desa Majakerta Pemalang akan Direlokasi

"Ada yang dari Batang, Pekalongan, Tegal, Brebes, bahkan ada juga dari Cirebon. Kalau tidak mampir saat melintas Pantura Pemalang, kata para pelanggan rugi," imbuhnya. 

Selain campuran santan dan rempah pada sambal pecak belut, Niti menerangkan, belut yang dimasak juga spesial. 

"Belut kami ambil langsung dari Kalimantan, setiap dua pekan kami ambil 2 kuintal. Karena ramai, setiap hari bisa 50 porsi terjual dengan harga Rp 45 ribu perposi. Bahkan tak jarang pelanggan datang pagi hari, karena kami buka pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap hari," tambahnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved