Breaking News:

Kasus Covid-19 di Semarang Alami Kenaikan

Kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami kenaikan pasca libur panjang akhir pekan Hari Paskah.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menunjukkan progres vaksinasi di Kota Semarang, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami kenaikan pasca libur panjang akhir pekan Hari Paskah mulai 2 - 4 April.

Pada 1 April lalu, kasus Covid-19 di Kota Semarang berada di angka 296 kasus dengan rincian 205 kasus merupakan warga Semarang dan 91 kasus adalah warga luar kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, pekan ini kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami kenaikan. Menurutnya, jumlah kumulatif kasus Covid-19 saat ini sata-rata di angka 300an kasus.

"Minggu ini sedikit ada kenaikan kasus karena minggu kemarin long weekend. Kasus rata-rata di angka 300an tapi mortalitinya masih harus kita tekan lagi," papar Hakam, Minggu, (11/4/2021).

Dia menyebutkan, sebelum libur panjang pekan lalu, temuan kasus baru di tempat isolasi rumah dinas Wali Kota Semarang berada di kisaran 10-15 orang per hari, sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh rata-rata 30 orang per hari. Pasca libur panjang, pasien yang dinyatakan sembuh masih berada di kisaran angka yang sama namun temuan kasus baru meningkat menjadi rata-rata 25 orang per hari.

Menurut Hakam, dari protokol kesehatan 5 M (memakai masker, mencuci tnagan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas), hal yang paling dominan menjadi penyebab penularan saat long weekend adalah mobilitas yang tinggi. Mayoritas warga yang dikarantina di rumah dinas dari kalangan usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi.

Sejauh ini, klaster masih didominasi oleh klaster keluarga dimana satu keluarga bisa mencapai 4 - 5 anggota yang terpapar Covid-19 dengan sebaran tertinggi berada di enam kecamatan yakni Pedurungan, Tembalang, Banyumanik, Semarang Barat, Semarang Utara, dan Ngaliyan.

"Pastinya mobilitasnya tinggi. Satu keluarga bisa 4 -5 orang yang kena," ujarnya. 

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved