Breaking News:

Papdesi Kabupaten Tegal Islah: Sekarang Tidak Ada Kubu-Kubuan

Adanya dua kubu kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Tegal.

Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
giat pengukuhan pengurus dewan pimpinan cabang (DPC) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Tegal, pada Minggu (11/4/2021) di Permata Inn Hotel Slawi.   

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Adanya dua kubu kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Tegal, melalui pengukuhan pengurus dewan pimpinan cabang Papdesi pada Minggu (11/4/2021) di Permata Inn Hotel Slawi akhirnya islah (berdamai) dan tidak ada kubu-kubuan lagi. 

Dikatakan, dua kubu pengurus DPC Papdesi Kabupaten Tegal yang dimaksud yaitu kubu Mulyanto yang sudah dilantik menjadi ketua DPC Papdesi beberapa waktu lalu, dan kubu Lasdie yang hendak dilantik menjadi ketua DPC Papdesi Kabupaten Tegal

Namun, menurut Ketua Dewan Pendiri Papdesi, Suwarjo dan Ketua Umum DPP Papdesi Wargiyati, kedua kubu tersebut tidak sah jika mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) DPP Papdesi.

Sehingga rencana awal Ketua Umum datang ke Kabupaten Tegal hendak melantik Lasdie sebagai Ketua DPC Papdesi Kabupaten Tegal, tidak bisa terealisasi karena belum mendapat surat keputusan (SK) dari ketua DPD Papdesi Provinsi Jateng.

"Tujuan kami kesini untuk menyatukan dualisme ini. Karena semula pengurus DPD Papdesi Jateng mengeluarkan SK kepada Mulyanto sebagai ketua DPC Papdesi Kabupaten Tegal. Namun pengurus yang bernama Sumaryadi sebagai ketua dan Bambang sebagai sekretaris ternyata tidak memiliki SK dari DPP Papdesi. Karena saat ini DPP hanya memberikan SK kepada Joko dari Cilacap sebagai Plt Ketua DPD Papdesi Jateng. Dengan kata lain SK Mulyanto dan Lasdie tidak sah dan cacat hukum," terang Wargiyati, pada Tribunjateng.com.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendiri Papdesi, Suwarjo juga turut membenarkan hal tersebut.

Bahkan menurutnya, tidak hanya SK Mulyanto yang cacat hukum tapi SK Lasdie juga tidak sah karena tidak sesuai AD ART.

"Lasdie memang dapat perintah dari DPP tapi bentuknya bukan SK melainkan hanya mandat. Tapi yang bersangkutan menganggapnya sebagai SK. Tapi tetap saja keduanya saya nyatakan batal," ujar Suwarjo.

Karena keduanya dianggap tidak memenuhi kriteria, maka Ketua Dewan Papdesi dan Ketua Umum menunjuk Harsoyo sebagai penerima mandat dari DPP untuk menjadi ketua DPC Papdesi Kabupaten Tegal.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved