Galian C

Penjarah Galian C Batang Pengecut, Lari Takut Polisi, Eskavator Ditinggal

Dinas ESDM Jateng menindaklanjuti aduan masyarakat atas penambangan tanpa izin di Kali Kupang Desa Brokoh Kabupaten Batang.

Istimewa
Tim gabungan menggerebek lokasi galian di Batang yang dikeluhkan masyarakat sekitar. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah telah menindaklanjuti aduan masyarakat atas penambangan tanpa izin di Kali Kupang Desa Brokoh, Kecamatan Wonotunggal, Batang.

Tim gabungan dari Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Utara dan Bidang Minerba bersama dengan Reskrimsus Polda Jateng dan Balai Pengairan dan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah melakukan penggerebekan pada Jumat (9/4/2021).

"Pada saat tiba di lokasi yang berada di Sungai Kalikupang Batang, tidak dijumpai adanya aktivitas penambangan tanpa izin (Peti)," kata Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, Minggu (11/4/2021).

Menurutnya, pada saat peninjauan di lokasi tidak dijumpai penanggung jawab atau perwakilan dari pelaku penambangan tanpa izin tersebut.

Kemudian, akses jalan menuju lokasi juga dipasang portal.

Hanya saja, tim gabungan menemukan empat unit alat berat atau excavator (1 unit merek Sumitomo dan 3 unit merek Komatsu) yang sedang terparkir di tiga titik lokasi berbeda di areal tersebut.

Sujarwanto mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari perangkat desa, penambangan tanpa izin di lokasi tersebut sudah berlangsung sejak bertahun-tahun yang lalu dan sudah sempat berhenti.

Namun, kurang lebih sejak 1 bulan yang lalu, penambangan mulai beroperasi kembali dan sempat didemo warga.

"Penuturan dari perangkat desa, kegiatan di lokasi tersebut terkadang beroperasi sampai malam hari. Namun sudah berhenti atau tidak beraktivitas pada Kamis malam," katanya.

Komoditas yang ditambang adalah batu andesit yang diambil dari bantaran Sungai Kupang.

Padahal, kata dia, pada 9 Maret 2021 tim dari Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Utara sudah pernah menghentikan kegiatan di lokasi tersebut.

Serta ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat permohonan penindakan hukum ke Reskrimsus Polda Jawa Tengah.

Karena penggalian dilakukan kembali, sebagai tindak lanjut akan dibuat surat kepada Direskrimsus Polda Jawa Tengah dan Polres Batang untuk dapat dilakukan pemantauan bersama.

Serta tindakan hukum sesuai Peraturan Undang-Undang yang berlaku.

"Reskrimsus Polda Jateng akan menindak lanjuti tindakan pencurian bahan galian tersebut," ucap Sujarwanto.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved