Breaking News:

Berita Kendal

Polres Kendal Selidiki Dugaan Adanya Oknum Polisi dalam Penyelewengan BBM

Satreskrim Polres Kendal tengah menindaklanjuti penyelidikan terhadap dugaan oknum polisi yang terlibat dalam kasus penyelewengan bahan bakar minyak.

Polres Kendal Selidiki Dugaan Adanya Oknum Polisi dalam Penyelewengan BBM
ANTARA/Haryo Setyaki
PENIMBUNAN BBM - Sejumlah truk tangki dan mobil pengangkut BBM ilegal diparkir di gudang tempat penimbunan, di Jl. Sawah Besar, Semarang, Jateng, Rabu (17/4). Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menggerebek gudang penimbunan BBM tersebut pada Selasa (16/4) malam dan mengamankan tersangka seorang wanita SW alias P (47) sebagai pemilik.

Penulis: Saiful Masun

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Satreskrim Polres Kendal tengah menindaklanjuti penyelidikan terhadap dugaan oknum polisi yang terlibat dalam kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang dibeli di sejumlah SPBU di Kendal.

Wakapolres Kendal, Kompol Donny Eko Listianto mengatakan, kasus tersebut masih didalami jajarannya dengan melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap tersangka Panca Kurniawan yang ditangkap di SPBU Gondang Desa Gondang Kecamatan Cepiring, Kendal

Panca diringkus karena kedapatan melakukan tindak pidana perniagaan BBM subsidi untuk dijual dengan harga non subsidi. 

"Terkait dugaan keterlibatan oknum polisi, saat ini masih ditangai Satreskrim Polres Kendal. Petugas masih melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya anggota polisi yang menjadi bagian dalam aksi kejahatan ini," terangnya di Mapolres Kendal, Sabtu (10/4/2021).

Kompol Donny memastikan, jika nantinya ada keterlibatan oknum polisi, maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan internal dan pemeriksaan oleh Provos Polda Jateng.

Jika hasilnya benar adanya keterlibatan oknum polisi, yang bersangkutan bakal ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Sampai saat ini dugaan keterlibatan oknum anggota polisi masih dalam pemeriksaan lanjutan Reskrim Polres Kendal dan menunggu hasilnya. Karena kami masih memeriksa tersangka dan saksi-saksi lain untuk mengetahui ada tidaknya keterlibatan oknum anggota," ujarnya.

Kabar oknum polisi diduga terlibat dalam penyelewengan BBM subsidi pemerintah muncul setelah tersangka Panca Kurniawan membeberkannya saat gelar perkara di Mapolres Kendal beberapa waktu lalu. 

Ia mengaku hanya sebagai sopir atau pelaksana saja atas perintah bosnya yang dikatakan adalah anggota jajaran kepolisian. 

Diberitakan sebelumnya, tersangka ditangkap beserta barang bukti truk berplat nomor polisi AD 8607 BC dan tangki ukuran 5000 liter, uang Rp 10,2 juta, dan 252,42 liter solar di dalam tangki modifikasinya. 

Tersangka mengaku membeli BBM dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta di setiap SPBU serta mendapat upah minimal Rp 500 ribu sekali jalan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55  UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved