Breaking News:

Berita Banyumas

2 Anggota DPRD Banyumas Diperiksa Polda Jateng Terkait Dugaan Korupsi Bantuan Pangan Non Tunai BPNT

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas diperiksa oleh tim penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Jawa Tengah

TRIBUNJATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Rachmat Imanda, saat ditemui Tribunbanyumas.com, Senin (12/4/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas diperiksa oleh tim penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Jawa Tengah, terkait dugaan korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Banyumas. 

Selain anggota DPRD pemeriksaan dilakukan kepada pegawai dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas. 

Pemeriksaan dilakukan di Polresta Banyumas, pada Jumat (9/4/2021).

"Benar ada pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Reskrim Polda Jateng. 

Kita hanya ketempatan untuk melakukan pemeriksaan dan semuanya yang melakukan penyelidikan dari pihak Polda Jateng. 

Mereka hanya menggunakan tempat kami untuk pemeriksaan saksi," ujar Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim, kepada Tribunbanyumas.com, Senin (12/4/2021). 

Dari infomasi yang dihimpun ada dua orang dari anggota DPRD Banyumas dan tiga orang dari pegawai Dinsospermades yang diperiksa. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Rachmat Imanda membenarkan jika sejumlah anggotanya diperiksa penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Jawa Tengah.

"Iya betul (diperiksa)," katanya saat ditanya oleh Tribunbanyumas.com, apakah dirinya juga diperiksa. 

Namun saat ditanya terkait persoalan apa dan berapa pertanyaan yang diajukan penyidik pihaknya belum bersedia menjelaskan secara detail. 

"Nanti suatu waktu dijelaskan," ungkapnya. 

Dari data yang dihimpun diketahui penerima BPNT di Banyumas sekitar 136.135 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang disebar di 331 desa atau kelurahan di 27 Kecamatan.

BPNT di Banyumas sempat menjadi sorotan berbagai pihak karena ada beberapa kejanggalan. 

Selain dari masyarakat ada juga pegiat anti korupsi yang menyoroti kasus tersebut.(*) 

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved