Breaking News:

Berita Internasional

80 Demonstran Tewas Akibat Tembakan Granat Aparat Myanmar

Sebanyak 80 demonstran tewas setelah aparat Myanmar menembaki mereka dengan senapan granat.

Editor: M Syofri Kurniawan
STR / AFP
Pengunjuk rasa bersembunyi di belakang barikade usai melemparkan dan bom molotov dan proyektil menggunakan ketapel ke arah pasukan keamanan dalam aksi protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, Rabu (17/3). 

TRIBUNJATENG.COM, NAYPYIDAW - Sebanyak 80 demonstran tewas setelah aparat Myanmar menembaki mereka dengan senapan granat.

Jasad para pengunjuk rasa ditumpuk di pagoda kota Bago, setelah kembali terjadi kerusuhan dalam demo menentang kudeta militer 1 Februari.

Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), ada sekitar 80 pengunjuk rasa terbunuh.

Baca juga: Anak Broken Home Ini Ketagihan Hubungan Intim, Sudah Layani 25 Pria Tanpa Minta Imbalan

Baca juga: 13 Ucapan Selamat Ramadhan 2021 dalam Bahasa Jawa Viral di WA, IG, Facebook, dan Twitter

Baca juga: Tidak Hanya Kebutuhan Pokok, Tarif Wanita Malam di Pemalang Ikut Naik Jelang Ramadhan 

Baca juga: Ibu Mertua Anggap Susu Formula Haram, Bayi 34 Hari Diberi Minum Susu Kambing & Madu hingga Keracunan

"Ini seperti pembantaian.

Mereka menembak dari balik bayangan," ujar Ye Htut kepada media lokal Myanmar Now.

Di media sosial, banyak warga kota yang berlokasi sekitar 90 km dari Yangon terpaksa melarikan diri, dilansir Sky News Minggu (12/4/2021).

Junta militer melakuan kudeta pada 1 Februari, dan menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi.

Tatmadaw, nama resmi junta, memberlakukan keadaan darurat selama setahun, memblokir internet, dan menerapkan jam malam.

Kerusuhan pun pecah hampir setiap hari, di mana aparat mengerahkan tank hanya untuk membubarkan massa.

Junta militer mengeklaim mereka mengudeta karena partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), mencurangi pemilu November 2020.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved