Breaking News:

Berita Internasional

80 Demonstran Tewas Akibat Tembakan Granat Aparat Myanmar

Sebanyak 80 demonstran tewas setelah aparat Myanmar menembaki mereka dengan senapan granat.

Editor: M Syofri Kurniawan
STR / AFP
Pengunjuk rasa bersembunyi di belakang barikade usai melemparkan dan bom molotov dan proyektil menggunakan ketapel ke arah pasukan keamanan dalam aksi protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, Rabu (17/3). 

Lebih dari 80 demonstran tewas terjadi setelah AAPP merilis laporan, sekitar 43 orang tewas dalam kekerasan.

 
Lebih dari 600 orang terbunuh di tangan aparat, demikian laporan AAPP yang mendapat sanggahan dari AAPP.

Juru bicara junta, Mayor Jenderal Zaw Min Tun pada Jumat (9/4/2021) berdalih, 248 warga sipil dan 16 polisi tewas.

Pihaknya membantah disebut menggunakan senapan mesin untuk memukul mundur massa penentang kudeta.

Sementara itu, aliansi etnis bersenjata menyerang pos polisi pada Sabtu (10/4/2021), dan membunuh setidaknya 10 penegak hukum.

Pos di Naungmon diserang oleh aliansi Tarakan Army, Pasukan Pembebasan Nasional Ta'ang, Aliansi Tentara Nasional Myanmar. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aparat Myanmar Tembakkan Granat, 80 Demonstran Tewas"

Baca juga: Gejala Covid-19 Mirip Alergi Musiman Pancaroba, Ini Perbedannya

Baca juga: Hari Ini Kemenag Gelar Rukyatul Hilal dari 34 Daerah & Sidang Isbat untuk Tetapkan 1 Ramadan

Baca juga: Bocah 2 Tahun Selamat Setelah 5 Jam Terseret Banjir di Adonara, Ayah: Ini Mukjizat Tuhan

Baca juga: Valentino Rossi Dibayangi Keraguan Hadapi MotoGP Portugal 2021

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved