Breaking News:

Berita Semarang

Ajak Kaum Milenial Bijak Bermedsos, Saka Milenial dan Ruang Telisik Gelar Webinar

Saka Milenial Kota Semarang berkolaborasi dengan komunitas linguistik ruangtelisik.id menyelenggarakan webinar.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Saka Milenial Kota Semarang berkolaborasi dengan komunitas linguistik ruangtelisik.id menyelenggarakan webinar 

TRIBUNJATENG.COM - Dalam upaya mendorong kaum milenial untuk lebih bijak dalam bermedsos, Rabu (7/4) bertempat di Semarang Digital Kreatif (SDK) Jalan Mpu Tantular, Semarang, Saka Milenial Kota Semarang berkolaborasi dengan komunitas linguistik ruangtelisik.id menyelenggarakan webinar dengan mengangkat tema “Cerdas Bermedia Sosial di Tengah Hoaks”.

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang tersebut menghadirkan nara sumber H. Budiharto, S.T, M.M yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Semarang, Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Semarang, Wing Wiyarso yang diwakili Ka Sub Bag Pemberitaan, Siswo Purnomo serta Ketua Forum Wartawan Balaikota Semarang, Tutuk Toto Carito.

Dalam paparannya, Budiharto menyampaikan jika hoaks bisa muncul karena dibuat dan diviralkan, dibuat karena adanya kepentingan.

“Adanya pandemi covid ini juga memicu peningkatan pengguna media sosial dan lebih banyak lagi hoaks yang muncul. Bahkan dari data yang ada pada bulan Februari 2021, APJII (Asosiasi Pengelola Jasa Internet Indonesia) mencatat sudah lebih dari 200 juta pengguna internet di Indonesia,” ujarnya.

Dirinya kemudian berpesan kepada anak-anak muda supaya jangan sampai terpecah belah hanya karena adanya hoaks, dan perbedaan pendapat.

“Kita harus bersatu, menjunjung tinggi dan berkomitmen bahwa NKRI adalah harga mati,” tegas Budiharto.

Tutuk Toto Carito menyampaikan jika saat ini banyak perubahan yang terjadi dengan adanya teknologi.

Dirinya mencontohkan 10 tahun lalu surat kabar, majalah dan televisi merupakan media informasi yang efektif.

Namun saat ini telah tergantikan oleh berbagai media sosial dan media digital seperti Youtube, Instagram dan Twitter.

“Tak hanya itu, orang yang dulu berbelanja di supermarket seperti Matahari, Ramayana sekarang tergantikan juga dengan marketplace berbasis online,” ungkap Tutuk, sapaan akrab ketua Forwakot Kota Semarang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved