Breaking News:

Bupati Jepara Dian Kristiandi Imbau Perantau Tidak Mudik

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jepara yang guyup rukun semangat berkarya

Penulis: iswidodo | Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kabupaten Jepara berulang tahun ke 472 tepatnya hari Sabtu, 10 April 2021. Bupati Jepara Dian Kristiandi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jepara yang guyup rukun semangat berkarya, manut kepada pemerintah, termasuk taat dan tertib dalam hal penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.
Karena masih pandemi, peringatan ulang tahun kali ini diselenggarakan secara sederhana dan menaati protokol kesehatan. "Kami 8 April berziarah ke makam leluhur pendiri Kabupaten Jepara. Kemudian 9 April buka luwur (ganti kain penutup) maka Ratu Kalinyamat, tokoh atau ratu kerajaan di Jepara. Ratu Kalinyamat bernama asli Retna Kencana, puteri dari Sultan Trenggono, raja Kerajaan Demak (1521-1546). Pada usia remaja ia dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.
"Pada hari H, 10 April, biasanya dilaksanakan upacara dan hiburan meriah. Namun kali ini digelarsecara sederhana di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara," terang Bupati Jepara Dian Kristiandi kepada Tribunjateng.com, saat berbincang santai dalam acara Nyore Bareng di Pantai Ujung Gelam di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Senin 5 April 2021.
HUT ke 472 Kabupaten Jepara dengan tema Jepara Bergerak, Rakyat Sehat, Ekonomi Bangkit. Bupati berharap semua masyarakat Jepara sehat semua, baik yang di sini maupun di luar daerah sedang kerja merantau.
"Untuk warga Jepara yang bekerja di luar daerah, saya imbau untuk menahan diri. Jangan berbondong-bondong pulang mudik. Supaya semua tetap sehat. Kan bisa berkomunikasi video call dan lain-lain," harap Dian Kristiandi yang biasa disapa Mas Andi.
Ekonomi bangkit, dijelaskan oleh Bupati Andi bahwa, Pemkab Jepara fokus bangkitkan ekonomi kerakyatan. Jepara ini sebagai kota ukir, kota wisata. Apalagi di Karimunjawa ini juga sebagai tujuan wisata.
"Kebetulan sejak awal pandemi hingga kini Karimunjawa adalah zona hijau satu-satunya. Masih boleh melaksanakan ekonomi secara terbatas. Oktober mulai buka transportasi ke Karimunjawa. Dengan pembatasan. Jumlah kapasitas misal 400 orang maka hanya bisa diisi 200 orang. Kursi yang boleh diduduki berjarak," terangnya.
Arah pengembangan wisata Karimunjawa, salah satunya adalah melengkapi dan memperbaiki sarana prasarana transportasi. Bandara Dewadaru di Karimunjawa sudah eksis. Penerbangan dari Surabaya dan Semarang sudah ada. Hanya memang kapasitas masih dibatasi karena baru bisa didarati pesawat kecil ATR.
"Sekarang kita proses perpanjang landasan (runway). Nah nanti misal isi pesawat 70 orang maka balik bisa kapasitas 70 orang. Karena landasan pacu sudah diperpanjang," tutur Bupati Dian yang hobi memancing dan masak ini.
Penanganan Pandemi
Diterangkan oleh Bupati Dian Kristiandi, Pemda sudah siapkan rumah rumah isolasi. Pemberlakuan jogo tonggo juga sangat efektif. "Maturnuwun kepada masyarakat, tingkat RT RW dan sebagainya, tingkat kesadaran sangat bagus," tuturnya.
Jepara tak ada lagi zona merah, atau orange. Hanya tinggal dua zona kuning. Basis penanganan sampai ke tingkat RT. Kesadaran masyarakat sangat tinggi. Sehingga penurunan kasus covid-19 di Jepara sangat signifikan berkat kerjasama semua pihak.
Demikian juga bidang pendidikan. Sejak 5 April sudah dilakukan simulasi atau ujicoba pembelajaran tatap muka. "Ada di SMP 2 Jepara, SMK 1 dan SMA 1 Jepara sudah kita mulai ujicoba. Target kita melakukan proses pembelajaran tatap muka berhasil, maka akan dikembangkan ke sekolah yang lain," tegas Mas Andi.
Namun demikian khusus untuk simulasi pembelajaran tatap muka masih di tingkat SMP SMA dulu. Ke depannya, jika ujicoba ini berhasil, makan akan dilaksanakan juga di tingkat SD.
Ekonomi Bangkit
Sebagai Kota Ukir, Jepara masih eksis kirim ekspor barang furniture ke luar negeri. Menurut Bupati, tahun 1990an Jepara booming ukiran, di mana daerah lain saat itu sedang krisis ekonomi. Tapi Jepara justru tidak terdampak. Karena transaksinya menggunakan dollar (ekspor).
"Sekarang diperluas lagi oleh masyarakat dengan memahat patung kayu, meja kursi, dan lain-lain, kerajinan ekspor. Maka di Jepara ekonomi masih sangat kuat," ujarnya. Namun demikian sempat ada kendala masalah pengiriman. Waktu itu negara tujuan sempat tutup karena pandemi. Tapi sekarang sudah buka lagi misalnya ekspor ke Korea, Jepang dan China.
Kekayaan alam Jepara juga luar biasa. Terbentang pantai di Jepara sepanjang 82 kilometer mulai dari perbatasan Demak hingga Kabupaten Pati. Ada potensi untuk perikanan (tangkap dan budidaya). Tambak garam juga ada di pesisir itu.
"Kita kembangkan perikanan budidaya udang vaname. Pemerintah support masyarakat bantu bibit, makan, cara budidaya, dan lain-lain. Kementerian KKP juga bentuk kelompok masyarakat. Di sebelah pantai Kartini ada 15an hektar untuk budidaya udang vaname itu kita mulai pembagian bibit, tiga bulan sudah akan panen. Nanti yang beli pun sudah ada," paparnya.
Jangan lupa Jepara ada kopi yaitu kopi Tempur di desa Tempur kec Keling lereng gunung Muria
Tempur di sebalah barat laut Muria. Muria terbagi tiga, yaitu Pati (timur, Kudus (selatan) dan Jepara (barat laut)
Pengembangan Wisata
Karimunjawa punya banyak keunggulan. Kaya objek wisata alam. Saat ini bandara Dewandari sedang dikembangkan. Landasan pacu diperpanjang. Nantinya bila sudah berhasil, akan ada penerbangan dari Bali atau Surabaya ke Karimunjawa. Saat ini memang sudah ada tapi berdasar charter khusus wisatawan. Sedangkan penerbangan regular belum ada.
Ada 27 pulau di Karimunjawa baik yang sudah berpenghuni maupun belum. Ada pulau Parang, Nyamuk, Genting dan lainnya, itu pulau yang sudah berpenduduk.
Pulau Cemara besar, Cemara kecil, (belum berpenghuni), Menyawaan sudah dihuni. Airnya bening putih. Pasirnya putih bersih dan panjang. Hutan juga luas. Bahkan ada juga hutan mangrove yang dikelola sangat apik.
Pengembangan perikanan, ada keramba keramba di antara pulau pulau untuk budidaya ikan laut
Krapu, Kakap, Lobster. "Mereka tangkap diindukkan, bertelur, anakan dibesarkan, baru setelah besar kemudian diekspor," papar Bupati Andi.
Di Karimunjawa ada juga wisata religi yaitu Makam Sunan Nyamplungan anak dari Sunan Muria.
Banyak warga luar daerah berziarah ke Makam Sunan Nyamplungan yang berada di perbukitan.
Hotel dan resort juga sedang dibangun. Setidaknya ada empat hotel baru yang saat ini proses finishing, selain yang sudah lebih dulu ada di Karimunjawa. Bagi yang suka snorkling perairan di sekitar pulau-pulau dekat Karimunjawa juga bening, jernih dan banyak ikan. Selamat Ulang Tahun ke 472 Kabupaten Jepara. (wid)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved