Breaking News:

Isuzu Fokus Efisiensi BBM untuk Kendaraan Logistik

IAMI sejak 2011 lalu telah menggunakan teknologi commonrail untuk mesin kendaraan komersial, dengan keunggulannya irit bahan bakar

ISTIMEWA
Direktur Utama PT Dakota Cargo Pusat, Deni Arijanto berbincang dengan para pengemudi yang akan mengoperasikan armada, di Kantor Pusat Dakota Cargo di Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ruth Novita Lusiani

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat penjualan retail pada Maret 2021 sebanyak 2.165 unit, naik dari bulan sebelumnya sebanyak 1.814 unit. Faktor efisiensi bahan bakar minyak (BBM) disebut menjadi pendorong lonjakan permintaan itu.

Secara year to date 2021 (Januari-Maret) tercatat total penjualan Isuzu sebanyak 5.825 unit dengan pangsa pasar 3,3 persen, naik dari periode sama tahun lalu sebanyak 5.255 unit dengan pangsa pasar 2,4 persen.

General Manager Technical Product Support IAMI, Beny Dwyanto mengatakan, Isuzu sangat peduli terhadap efisiensi customer, di mana IAMI sejak 2011 lalu telah menggunakan teknologi commonrail untuk mesin kendaraan komersial, dengan keunggulannya irit bahan bakar dan pembakarannya lebih sempurna.

Menurut dia, IAMI banyak bergerak di segmen kendaraan komersial yang jam operasionalnya sangat padat, bahkan untuk sektor logistik armadanya bisa beroperasi selama 24 jam.

“Selain kondisi mesin kendaraan harus prima, sopirnya juga harus memiliki kemampuan mengemudi umpuni, sehingga bisa tercipta efisiensi yang optimal dalam memberikan layanan prima terhadap konsumen,” katanya, dalam siaran pers, Senin (12/4).

Menurut dia, satu komponen biaya yang memegang peranan penting dalam industri logistik adalah bahan bakar minyak (BBM). Tingginya biaya BBM itu sangat dipengaruhi dua hal, yakni karakter mesin kendaraan, dan gaya mengemudi sopir.

Beny menuturkan, sejak beberapa tahun terakhir ini Isuzu secara rutin terus memberikan edukasi kepada para pengemudi dari fleet customer. Pelatihan terhadap para pengemudi itu penting agar mereka dapat memahami karakter mesin Isuzu.

“Rata-rata pengemudi yang mengikuti training di Isuzu setelah kembali ke perusahaan tempat kerjanya mampu menghemat BBM sekitar 20-30 persen,” jelasnya.

Direktur Utama PT Dakota Buana Semesta, perusahaan yang bergerak di sektor logistik, Beni Arijanto menyatakan, faktor efisiensi menjadi satu pertimbangan perseroran dalam memilih armada untuk mengangkut logistik.

Hal itu penting karena faktor BBM berkontribusi sekitar 15 persen terhadap biaya operasi perseroan. “Jadi, jika bisa dilakukan penghematan (BBM-Red), hal tersebut akan berdampak pada persaingan dan tentunya keuangan perusahaan,” ujarnya.

Saat ini Dakota Buana Semesta memiliki 200 armada Isuzu dari total 600 unit armada yang dimiliki. Pihaknya memilih Isuzu karena selain faktor mesin kendaraan, juga karena adanya dukungan after sales service yang memadai, termasuk pelatihan bagi para sopir dan mekanik.

“Hal ini penting, karena bagi pelaku usaha di sektor logistik kendaraan harus tepat guna dan efisiensi, agar bisa bersaing di pasar,” imbuhnya. (*)

Editor: Vito
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved