Breaking News:

Ramadan

Ngabuburit di Kabupaten Tegal Masih Gantung, Sesuaikan Aturan Pemerintah Pusat

Apakah kegiatan ngabuburit dan pedagang dadakan selama ramadan diperbolehkan atau tidak di Kabupaten Tegal?

Tribun Jateng/Bare Kingkin Kinamu
Ngabuburit. 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bulan suci ramadan identik dengan kegiatan ngabuburit (menunggu waktu buka puasa) dan penjual takjil dadakan, di masa pandemi Covid-19 tentu tidak sebebas biasanya sehingga perlu adanya pembatasan supaya tidak beresiko menimbulkan penularan Covid-19.

Tribunjateng.com mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal Suharinto, apakah kegiatan ngabuburit dan pedagang dadakan selama ramadan diperbolehkan atau tidak di Kabupaten Tegal.

Suharinto tidak secara tegas dan gamblang menyebut melarang atau pun membolehkan.

Namun ia menekankan terpenting protokol kesehatan wajib dipatuhi dan dilaksnakaan.

Selain itu, sesuai arahan dari Bupati Tegal Umi Azizah, pihaknya menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Dengan kata lain jika pemerintah pusat mengeluarkan aturan atau kebijakan seperti apa, maka pihaknya akan mengikuti dan menyesuaikan.

"Terkait kegiatan ngabuburit dan penjual takjil dadakan, prinsipnya mereka wajib mematuhi protokol kesehatan. Selebihnya kami menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat seperti apa," kata Suharinto, pada Tribunjateng.com, Senin (12/4/2021).

Termasuk dalam hal ini kaitannya pedagang yang berada di area luar pasar dan para pemudik.

Sehingga selama masa pandemi Covid-19 yang menjadi prioritas adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Halaman
123
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved