Uang Palsu

Pasar Guntur Demak Heboh Orang Mranggen Ketahuan Belanja Pakai Uang Palsu

Satu warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak ditangkap karena terbukti mengedarkan uang palsu.

Ia kemudian ditangkap pedagang pasar di parkiran pasar saat akan pulang. 

Johan menyatakan pihaknya masih menyelidiki orang yang membeli kosmetik pelaku dengan uang palsu.

Pihaknya juga akan menelusuri apakah pelaku bagian dari sindikat pengedar uang palsu

”Ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50.0000.000,” terang Johan saat konfrensi pers di Pendopo Parama Satwika Kepolisian Resor Demak, Senin, (12/4/2021).

Pasal yang disangkakan terhadap pelaku, kata dia, Pasal 36 ayat (3) Juncto Pasal 26 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Sementara itu, Giyanti mengaku tidak mengehaui bahwa yang diterimanya saat cod adalah palsu.

Dia baru mengetahui saat membelanjakannya di Pasar Mranggen.

Setelah itu dia menggunakan uang itu berbelanja kebutuhannya di Pasar Guntur.

”Saya baru sekali dapat uang palsu saat cod kosmetik itu,” ujarnya.

Kompol Johan mengimbau masyarakat berhati terkait peredaran uang palsu, terlebih saat ini memasuki Ramadan.

Dia menyampaikan ciri-ciri fisik uang palsu mudah dikenali, mulai dari jenis kertas, tingkat kecerahan warna uang, dan yang terpenting hologram.

Dia meminta masyarakat untuk lebih memperhatikan setiap uang yang diterima.

(*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved