Breaking News:

Berita Semarang

Polrestabes Semarang Tindak Tegas Pelaku Kejahatan Yang Beraksi Saat Ramadan

Kombes Pol Irwan Anwar menuturkan berdasarkan kalender Harkantibmas angka kejahatan biasanya terjadi jelang lebaran, dan anak masuk sekolah

TribunJateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Polrestabes Semarang gelar apel Operasi Keselamatan Candi 2021, di halaman Mapolrestabes Semarang, Senin (12/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Polrestabes Semarang akan tindak tegas pelaku kejahatan yang beraksi di saat bulan Ramadhan.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menuturkan berdasarkan kalender Harkantibmas angka kejahatan biasanya terjadi jelang lebaran, dan anak masuk sekolah.

Namun dua tahun terakhir dari tahun 2020 hingga tahun 2021 angka kejahatan relatif menurun.

"Mudah-mudahan kondisi ini tetap terjaga saat menyambut ramadhan tahun ini," ujarnya usai  gelar apel Operasi Keselamatan Candi 2021, di halaman Mapolrestabes Semarang, Senin (12/4/2021).

Menurutnya, pola pencegahan tetap dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup. Pihaknya tidak segan-segan menindak pelaku kejahatan yang beraksi di saat Ramadhan.

"Ada periodik tertentu angka kejahatan meningkat. Tetapi tahun ini belum terjadi. Kejahatan malah menurun. Tapi kami akan tindak tegas," tuturnya.

Terkait Operasi Keselamatan Candi 2021, kata dia, untuk mewujudkan keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas di Kota Semarang. Selain itu mencegah penyebaran Covid 19, dan meningkatkan protokol kesehatan.

"Pada pelaksanaannya tidak ada penindakan. Sifatnya edukasi dan sosialisasi misalnya terkait larangan mudik lebaran tahun ini yang telah diprogramkan pemerintah," ujar dia.

Kombes Irwan mengatakan perihal penyekatan, larangan hanya masuk Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan penyekatan  dilaksanakan di pintu masuk Provinsi.

"Penyekatannya di Brebes, Magelang, Pati. Kalau di Kota Semarang tidak ada penyekatan tapi penekanannya adalah mematuhi protokol kesehatan," jelasnya.

Menurut dia, jumlah pasien terpapar covid 19 di kota Semarang menurun dibandingkan awal tahun 2021. Selain pemerintah kota Semarang juga telah memberikan kelonggaran Jam operasional.

"Area publik misalnya pasar bisa buka lebih awal. Kemudian restoran misalnya bisa buka sampai pukul 00.00. Dimana sebelumnya hanya sampai pukul 21.00 sekarang sampai pukul 00.00," terangnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat terus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Semarang untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Hal ini bertujuan agar  persebaran covid 19 dapat terkontrol. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved