Breaking News:

Puluhan Pekerja Masih Terperangkap di Tambang Batubara Xinjiang China

Sekitar 29 pekerja tambang menjadi korban, tetapi tim penyelamat berhasil menyelamatkan delapan dari mereka.

Editor: Vito
Kompas.com/Istimewa
Petugas penyelamat berupaya menyelamatkan beberapa penambang yang terjebak dalam tambang batu bara di daerah Hutubi di Prefektur Otonomi Hui Changji, barat laut China Xinjiang Uyghur Otonomi Wilayahnya pada Minggu, 11 April 2021.(AP PHOTO/GAO HAN) 

TRIBUNJATENG.COM, XINJIANG - Tim penyelamat masih terus berupaya untuk menyelamatkan 21 orang yang terjebak di tambang batubara di Xinjiang, China, akibat banjir yang melanda pada Sabtu (10/4) lalu.

Menurut laporan media setempat, belum jelas apa yang menjadi penyebab banjir yang melanda tambang batubara Fengyuan tersebut.

Sekitar 29 pekerja tambang menjadi korban, tetapi tim penyelamat berhasil menyelamatkan delapan dari mereka.

Tim penyelamat telah menemukan lokasi semua penambang yang terperangkap, menurut laporan CCTV.

Sebanyak 12 orang di antaranya berada di satu platform, sedangkan delapan lain di platform kedua, dan pekerja lain di rute pelarian situasi darurat, menurut media tersebut.

Banjir dilaporkan telah menghambat upaya penyelamatan dengan memutus aliran listrik di bawah tanah dan mengganggu jalur komunikasi.

Tim penyelamat berupaya memompa air dari area terdampak banjir, sementara secara terus menerus memompa udara ke dalam tambang, menurut CCTV.

Pipa-pipa tambahan sedang dipasang, tetapi pengoperasiannya diperkirakan akan menantang, menurut media tersebut.

Kecelakaan yang menyebabkan banjir terjadi pada Sabtu (10/4) pukul 18.10 waktu setempat. Pada Minggu siang, media pemerintah melaporkan lebih dari 1.400 terlibat dalam operasi penyelamatan.

Sebanyak 25 ambulans dan belasan petugas medis telah berada di lokasi. Delapan pekerja tambang yang telah diselamatkan sebelumnya dilaporkan dalam kondisi sehat.

Insiden kecelakaan di tambang biasa terjadi di China. Pada Desember 2020 lalu, sebanyak 23 pekerja tambang meninggal akibat kebocoran karbondioksida di tambang batubara.

Pada Januari lalu, 10 pekerja tambang meninggal dunia akibat ledakan di tambang emas di provinsi Shandong. Sebanyak 11 orang yang selamat dalam ledakan itu terperangkap di bawah tanah selama 2 pekan tanpa makanan dan bertahan hidup hanya dengan minum air. (bbc)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved