Breaking News:

Berita Semarang

Tempat Usaha Hiburan di Semarang Tak Boleh Sediakan Minuman Beralkohol Selama Jam Puasa

Maka, pihaknya meminta tempat usaha hiburan tidak menyediakan minuman beralkohol selama jam puasa

TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang melayangkan surat edaran kepada seluruh pemilik atau pimpinan diskotik, karaoke, billiard, panti pijat, dan bar mengenai pengaturan operasional usaha hiburan selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, usaha operasional hiburan perlu diberi ketentuan-ketentuan dalam rangka menghormati Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021 serta menciptakan rasa menghormati antar penganut agama.

Dalam surat edaran, Disbudpar meminta seluruh usaha diskotik, kelab malam, pub, karaoke, biliard, panti pijat, dan bar baik di dalam maupun di luar hotel ditutup saat awal puasa mulai 12 - 13 April.

Kemudian, saat Lebaran seluruh usaha hiburan juga harus tutup mulai 11 - 16 Mei.

"Kami sudah layangkan surat edarannya kepada para pemilik usaha. Hari ini dan besok mereka tutup," terang Iin, sapaannya, Senin (12/4/2021). 

Lebih lanjut, Iin berharap warga saling menghormati dan menjaga pelaksanaan ibadah puasa selama Ramadan. 

Maka, pihaknya meminta tempat usaha hiburan tidak menyediakan minuman beralkohol selama jam puasa. 

Sedangkan itu, di luar ketentuan tanggal tersebut, operasional usaha hiburan tetap mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 13 Tahun 2021 tentang perubahan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Dalam perwal tersebut diatur jam operasional tempat usaha maksimal pukul 24.00.

"Selama ramadan tetap mengacu pada PPKM yaitu batas sampai 24.00. Ditambah aturan dari surat edaran yang mana awal puasa dan lebaran harus tutup," terangnya.

Dia berharap, seluruh tempat usaha bisa mematuhi aturan tersebut dengan baik. Apabila melakukan pelanggaran akan diberi sanksi sesuai pasal 46 dan 47 Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang kepariwisataan. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved