Breaking News:

USM

Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah, P3ID USM Gelar Pelatihan Mendeley Bagi Dosen dan Mahasiswa

Pusat Pengembangan Publikasi Ilmiah Dosen (P3ID) Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan Mendeley secara daring bagi dosen dan mahasiswa.

Istimewa
Tangkapan layar webinar pelatihan Mendeley secara daring bagi dosen dan mahasiswa yang digelar P3ID USM secara daring, Sabtu (10/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penelitian dan publikasi yang berkualitas merupakan syarat mutlak dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Hal ini memerlukan kemampuan mencari dan mengelola sumber rujukan ilmiah yang baik dan benar, bagi para peneliti terutama dosen dan mahasiswa.

Dewasa ini, Dosen dan mahasiswa dituntut untuk mampu menyusun karya ilmiah dengan standar Internasional.

Hal ini terkait dengan peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Untuk itu, Pusat Pengembangan Publikasi Ilmiah Dosen (P3ID) Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan Mendeley secara daring bagi dosen dan mahasiswa guna meningkatkan kemampuan manajemen rujukan dosen dan mahasiswa dalam penyusunan karya ilmiah, Sabtu (10/4/2021).

Ketua P3ID USM, Dyah Nirmala Arum Janie mengatakan bahwa tuntutan dari publisher jurnal internasional mengharuskan peneliti untuk menggunakan sumber rujukan yang jelas dan terbarukan.

"Hal ini bertujuan agar karya-karya ilmiah yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa akan selalu berkembang. Di samping itu, penggunaan rujukan dari penelitian 5 tahun terakhir diharapkan dapat menghasilkan suatu karya ilmiah baru yang memiliki unsur kebaruan," kata Dyah.

Dikatakannya, terdapat beberapa jenis model sistem penulisan rujukan yang digunakan oleh pengelola jurnal ilmiah. Hal ini membuat dosen maupun mahasiswa mengalami kesulitan saat menyusun karya ilmiah, terutama dalam hal penempatan rujukan dan daftar pustaka.

"Melalui Mendeley, hal tersebut dapat diminimalisir, sehingga memudahkan dalam menyusun karya ilmiah," tegasnya.

Salah satu peserta pelatihan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Umiyati menyatakan bahwa pelatihan selama 6 jam tersebut cukup membantu. Terlebih terkait trik dalam mencari, menyimpan dan menggunakan rujukan.

"Pelatihan ini, membuat kami mampu mencatumkan rujukan dengan tepat dan benar sesuai standar yang diberikan oleh masing-masing pengelola jurnal," ujarnya.

(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved