Breaking News:

China, Korsel, Taiwan Protes Keras Rencana Jepang Buang Limbah PLTN ke Laut

rencana Jepang membuang 1,25 juta ton air limbah radioaktif PLTN Fukushima Daichi ke laut dinilai membahayakan keselamatan manusia dan lingkungan.

net
Ilustrasi limbah 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING  - Sejumlah negara tetangga Jepang, mulai dari China hingga Korea Selatan (Korsel), memprotes keras rencana Jepang membuang 1,25 juta ton air limbah radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daichi ke laut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, pihaknya menganggap keputusan Jepang itu mencerminkan sikap yang tidak bertanggungjawab.

"Untuk melindungi kepentingan publik internasional serta kesehatan dan keselamatan rakyat China, China menyatakan keprihatinan yang besar kepada pihak Jepang melalui saluran diplomatik," katanya, seperti dikutip AFP.

Sementara, Korsel menyatakan penyesalan atas keputusan Suga tersebut. Seoul menganggap langkah Tokyo itu bisa mengancam keselamatan rakyatnya dan lingkungan sekitar secara langsung maupun tidak langsung di masa depan.

Dilansir Reuters, Korsel bahkan memanggil Duta Besar Jepang di Seoul, Koichi Aiboshi, terkait dengan pembuangan limbah radioaktif tersebut.

Pejabat Istana Kepresidenan Korsel, Koo Yoon-cheol menyebut, keputusan Jepang itu tidak akan pernah diterima, dan hanya membahayakan keselamatan maritim dan masyarakat di negara tetangga.

Selain China dan Korsel, Taiwan juga ikut buka suara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou berujar, pihaknya menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait dengan rencana Jepang tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) tak menentang keputusan Jepang, karena dianggap sesuai dengan aturan internasional.

Namun, AS mewanti-wanti Jepang agar terbuka dalam melakukan proses pelepasan limbah tersebut, dan selalu menjunjung tinggi aspek keamanan.

"Kami menantikan koordinasi dan komunikasi lanjutan dari pemerintah Jepang saat mereka memantau efektivitas rencana ini," demikian pernyataan Kemlu AS.

AS mencatat bahwa Jepang telah bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional dalam menangani situs tersebut.

"Dalam situasi yang unik dan menantang ini, Jepang telah mempertimbangkan opsi dan efeknya, telah transparan tentang keputusannya, dan tampaknya telah mengadopsi pendekatan sesuai dengan standar keselamatan nuklir yang diterima secara global," tambah pernyataan Kemlu AS.

Di sisi lain, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) justru mendukung langkah Jepang. Menurut IAEA, pelepasan air yang tercemar zat radioaktif dari PLTN Fukushima ke laut sama seperti proses pembuangan limbah pada situs nuklirnya di dunia selama ini.

"Keputusan hari ini (kemarin-Red) oleh Pemerintah Jepang merupakan tonggak penting yang akan membantu membuka jalan bagi kemajuan berkelanjutan dalam penghentian pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi," kata Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi.

"Kami akan bekerja sama dengan Jepang baik sebelum, selama, dan setelah pembuangan limbah ini," tambahnya. (cnn/tribunnews)

Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved