Breaking News:

Momen Ramadan dan Idulfitri 2021 Belum Kuat Dongkrak Bisnis Pusat Perbelanjaan

tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat menjelang dan pada saat Idulfitri 2021 nanti tidak akan ada peningkatan yang sangat signifikan.

TRIBUN JATENG/RUTH NOVITA LUSIANI
ilustrasi - Aktifitas pengunjung di Mal Ciputra 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejumlah pelaku usaha yang bergerak di bisnis pusat perbelanjaan melihat momentum Ramadan di tahun ini bisa memberikan angin segar lebih baik dari tahun lalu, meski belum terlalu kuat untuk mendongkrak aktivitas bisnis itu.

Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta mengatakan, pada puasa dan Lebaran yang masuk tahun kedua sejak pandemi seharusnya bisa menjadi momentum untuk perbaikan bagi pusat perbelanjaan, karena sudah ada vaksin dan pelonggaran pembatasan mobilitas.

"Sebelum ada larangan mudik, kami kira tahun ini betul-betul bisa menjadi momentum untuk kita memperbaiki kinerja, karena mal di daerah boleh tetap buka. Tetapi dengan adanya pelarangan mudik, akhirnya sedikit terganggu," katanya, kepada Kontan, Selasa (13/4).

Menurut dia, momentum Ramadan tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu, karena pusat perbelanjaan boleh dibuka dengan kapasitas 50 persen. "Tetapi apakah bisa mengembalikan omzet sebelum pandemi? Tentu masih jauh," ujarnya.

Dengan kondisi itu, Tutum melihat, meskipun sudah ada pelonggaran tetap masih terbatas, sehingga kunjungan ke pusat perbelanjaan juga tidak bisa full 50 persen kapasitas.

Ia berujar, sektor food and beverage (F&B) di pusat perbelanjaan akan lebih cepat pulih dibandingkan dengan ritel fesyen.

Saat ini, masyarakat cenderung mulai bosan setalah setahun memasak di rumah, sehingga banyak yang sudah berani berkumpul dengan keluarga dan teman untuk makan di luar.

Tak signifikan

Adapun, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja menyatakan, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat menjelang dan pada saat Idulfitri 2021 nanti tidak akan ada peningkatan yang sangat signifikan.

Menurutnya, hal itu mengingat proses pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat umum rencananya baru akan dimulai paling cepat pada triwulan III/2021. "Kunci dalam hal peningkatan kunjungan ke Pusat Perbelanjaan adalah vaksinasi untuk masyarakat umum," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved