Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Penyaluran BLT Dana Desa ‎Kudus Telah Mencapai Rp 2,57 Miliar

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Kabupaten Kudus hingga telah mencapai  Rp 2,57 miliar hingga pekan ini

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
Istimewa
Bupati K?udus HM Hartopo 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Kabupaten Kudus hingga telah mencapai  Rp 2,57 miliar hingga pekan ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Adi Sadhono menyampaikan BLT tersebut menyasar kepada sedikitnya 8.571 orang penerima manfaat.

Jumlah itu terdiri dari 8.220 orang sudah menerima BLT tahap pertama Januari 2021. Sedangkan 351 orang lainnya menerima manfaat untuk bulan Februari 2021.

"Jumlah penerima BLT tersebut berasal dari 47 desa, saat ini masih ada dua desa yang sudah mencairkan tahap dua," kata dia, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, desa yang telah mencairkan dana desanya, kini tengah mengajukan SPP pencairan ke bank penyalur. Sehingga BLT DD bisa segera dicairkan kepada penerima manfaat.

"Pencairan memang belum semua, masih ada sejumlah desa yang dalam proses verifikasi KPPN," ujar dia.

Adi menambahkan, pencairan BLT DD tidak bisa langsung dicairkan secara bersamaan atau dirangkap walau kini telah masuk bulan ketiga. 

Dia menjelaskan, pencairan BLT DD harus dilaksanakan secara bertahap.‎

"Walaupun sudah masuk bulan ketiga, tidak boleh langsung dicairkan tiga bulan atau tiga periode, harus dijeda dan bertahap," ungkapnya.

Pihaknya mengakui adanya keterlambatan dalam pencairan dana desa. Hal tersebut karena adanya sejumlah aturan baru dalam pencairannya.

Salah satunya adalah penunjukkan pejabat yang menandatangani surat pengantar pengajuan pencairan.

"Penunjukkannya juga harus melalui surat keputusan (SK) bupati," jelasnya.

Diketahui, besaran BLT DD yang diterima masing-masing sebesar Rp 300 ribu untuk setiap keluarga penerima manfaat. 

‎Bupati Kudus, HM Hartopo berharap bantuan yang digelontorkan untuk warga miskin terdampak Covid-19 tersebut bisa bermanfaat.

Hartopo meyakini semua penerima bantuan tersebut berasal dari golongan yang tidak mampu.

Pasalnya, kata dia, semua kepala desa dan jajarannya sudah sangat selektif. 

"Penyalurannya sudah sangat selektif dalam menentukan siapa saja yang menerima bantuan," jelasnya. 

Dia berharap, pandemi segera berakhir sehingga warga masyarakat dapat beraktifitas kembali secara normal.

Kondisi mikro zonasi di Kabupaten Kudus sampai saat ini juga tidak ada yang berlabel merah.

"Trennya Covid terus menurun, sehingga mikro zonasi kuning dan hanya beberapa yang oranye," ujar dia. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved