Breaking News:

Berita Blora

Seleksi Perangkat Desa Diprotes, Bupati Blora Arief Rohman Minta Dihentikan dan Dievaluasi

Bupati Blora Arief Rohman meminta seleksi perangkat desa dihentikan. Hal itu untuk dilakukan evaluasi oleh pemerintah kabupaten

Istimewa
rapat koordinasi di ruang pertemuan Setda Blora, Selasa (13/4/2021). Rapat tersebut membahas seleksi perangkat desa 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Bupati Blora Arief Rohman meminta seleksi perangkat desa dihentikan.

Hal itu untuk dilakukan evaluasi oleh pemerintah kabupaten atas pelaksanaan seleksi yang sudah berlangsung.

"Kami meminta agar para camat selaku pendamping seleksi perades (perangkat desa) bisa mengidentifikasi masalah yang timbul, khususnya yang ada di Kecamatan Jepon dan Kecamatan Kedungtuban," kata Arief Rohman, Selasa (13/4/2021).

Arief mengatakan, untuk perangkat desa di Kecamatan Jepon yang telah dilantik, jika ada protes kemungkinan melalui aparat penegak hukum atau pengadilan tata usaha negara.

"Masing-masing desa harus siap. Sedangkan Kedungtuban yang menuntut transparansi nilai seleksi harus segera dibuka, saya minta tim untuk terjun ke Kedungtuban langsung. Jangan sampai ada aksi di Blora lagi," katanya.

Bupati ingin jika proses dilaksanakan mandiri di masing-masing desa maka minimal prosesnya harus seperti yang ada di Kecamatan Todanan atau Kunduran sehingga tanpa menimbulkan konflik. 

"Perbup produk Bupati lama akan lebih kita perjelas dengan petunjuk teknis (juknis). Polanya seperti apa segera disusun agar ke depan masing-masing panitia desa bisa mempedomaninya," lanjut Arief.

Adapun jika kemungkinan adanya permintaan supaya seleksi perangkat desa dikembalikan ke kabupaten, maka Arief meminta OPD terkait untuk menggandeng pihak ketiga yang kredibel dalam hal penyelenggaraan ujiannya.

"Minimal seperti tes CAT yang digunakan CPNS, sehingga semua transparan, nilai langsung keluar dan bisa dipantau real time. Semua harus terbuka. Kalau perlu kita kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri yang sudah MoU dengan Pemkab Blora. Ke depan harus lebih baik," ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini ingin seluruh proses pengisian dan seleksi perades bisa tuntas di tahun 2021 ini agar pelayanan masyarakat di tingkat desa bisa optimal.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved