Breaking News:

Unimar AMNI

Siap Berlayar? Begini Jika Kamu Pilih Prodi Nautika di Unimar AMNI

Itulah sebabnya, kampus para calon pelaut dalam menempuh studi itu juga harus sesuai dengan konvensi International Maritime Organization (IMO).

IST
Capt Yulianto Unimar AMNI Semarang 

TRIBUNJATENG, SEMARANG – Menjadi seorang pelaut dituntut untuk memiliki kualifikasi keahlian dan keterampilan berstandar internasional.

Itulah sebabnya, kampus para calon pelaut dalam menempuh studi itu juga harus sesuai dengan konvensi International Maritime Organization (IMO).

Hal itu agar para lulusan dapat memenuhi standar dan bersaing di dunia internasional.

Itulah yang juga diterapkan Prodi Nautika Unimar AMNI atau yang dikenal dengan nama kampus biru.

Tak sekadar belajar berlayar, para calon kader perwira tersebut dipersiapkan sesuai ketentuan IMO.

“Prodi Nautika memang berbicara mengenai ilmu kelautan, tentang cara membawa kapal. Namun membawa kapal itu kita tidak hanya membawa, tetapi juga harus menentukan posisi kapal, mengoperasikan, muatan-muatan, dan mengatur agar kapal tidak tenggelam. Selain itu, bagaimana cara menentukan posisi kapal, bagaimana cara mengoperasikan kapal dengan selamat, dan bagaimana cara mengatur muatan. Untuk itu kita memenuhi itu dengan menerapkan kurikulum yang sudah dibuatkan IMO,” terang Capt Yulianto M H.

Lingkup di bidang nautika sendiri cukup luas.

Yulianto menyebutkan, ada dua ijazah yang akan diterima lulusan ketika menempuh program studi D3 Nautika ini.

Ijazah tersebut yakni ijazah darat dan ijazah pelaut.

Lulusan dapat menggunakannya sesuai kebutuhannya saat memasuki dunia kerja.

“Lebih tepatnya ijazah darat ini bisa digunakan di dalam negeri. Sedangkan ijazah pelaut diakui di seluruh dunia. Jadi mau berlayar di mana pun ijazah itu diakui karena dari keilmuan pun di sini sama dengan luar negeri,” tandasnya. (idy)

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved