Breaking News:

Berita Kendal

Sosok Misterius Peneror Lempar Batu Kaca Truk dan Mobil di Kendal Diburu Polisi: Sudah Ada 20 Kasus

Terjadinya aksi pelemparan batu yang menyasar kaca depan truk di wilayah Jalan Pantura Kabupaten Kendal hingga kini masih menjadi misteri.

Istimewa
Truk dan mobil mengalami rusak pada kaca depan setelah mengalami aksi teror pelemparan batu di Jalan Pantura Kendal baru-baru ini. 

Dalami Motif Pelaku

Selain memburu pelaku, pihak kepolisian juga tengah mendalami motif pelaku melancarkan aksi kejahatannya. AKP Tri Agung menduga ada kemungkinan dipicu oleh aksi sopir truk yang ogal-ogalan hingga membahayakan pengguna jalan dan warga. Sehingga, terjadi balas dendam dengan melakukan teror pelemparan batu. 

"Nah faktor-faktor ini masih kita dalami, apakah memang ada faktor karena ulah para sopir truk yang sembarangan saat mengemudi, atau faktor lain. Karena laporan yang ada, banyak aksi truk bergoyang (mengendarai truk dengan tidak wajar-red) di wilayah Pantura Kendal," katanya.

Ia mengimbau agar para sopir truk menghentikan cara mengemudikan truk dengan tidak wajar untuk bisa membantu tim kepolisian dalam meredam aksi teror ini. "Kami telah kordinasikan dengan Polrestabes Semarang untuk bersinergi memburu pelaku. Sampai saat ini baru ada di Kendal dengan TKP kejadian saat siang hari," ungkapnya.

Ia berharap, peran serta masyarakat untuk membantu pengungkapan kasus dengan memberikan informasi sekecil apapun terhadap pihak kepolisian.

Jangan Terperdaya Berita Hoaxs di Sosmed

Di lain sisi, AKP Tri Agung mengajak masyarakat Kendal agar tidak mudah terpancing provokasi atas berita hoaxs atas aksi pelemparan yang disebar di sosial media. 

Katanya, timnya sudah mendapati beberapa nama yang terbukti memberikan informasi atau kabar bohong ke ranah publik terkait aksi teror pelemparan kaca truk. Seperti halnya diberitakan di media Facebook yang mengatakan sopir atau korban meninggal setelah diteror dengan pelemparan benda hingga merusak kaca truk boks.

"Kalau ada kabar sopir truk atau korban meninggal, itu hoaxs. Setelah kita cek di lokasi, tidak ada kejadian itu. Yang ada, korban yaitu sopir dan kernetnya dalam keadaan sehat dan sudah dimintai keterangnnya oleh anggota," jelasnya. 

Terkait hal itu, pihaknya sudah mengintruksikan jajaran untuk menciduk pelaku pemberi kabar bohong untuk dimintai keterangnnya. Dengan tujuan, agar tidak kembali berulah meresahkan warga dengan kabar-kabar yang tidak benar. 

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved