Breaking News:

Berita Karanganyar

1.300 Pelaku Usaha di Karanganyar Mendaftarkan Diri Ikut BLT UMKM BPUM 2021

Sebanyak 1.300 pelaku usaha di Kabupaten Karanganyar mengajukan Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM).

TRIBUNJATENG/AGUS ISWADI
Narita mengumpulkan berkas pendaftaran program bantuan BPUM di Kantor Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Rabu (14/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 1.300 pelaku usaha di Kabupaten Karanganyar mengajukan Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar telah membuka pendaftaran secara online melalui http://bit.ly/bpumkaranganyar 2021 sejak Senin (12/4/2021).

Kabid Koperasi dan UMKM Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Adolfus Joce Bau menyampaikan, tercatat hingga hari kedua pendaftaran ada sebanyak 1.300 orang baik online maupun offline atau mengumpulkan berkas pendaftaran ke kantor dinas.

"Antusias selama tiga hari ini jauh dibandingkan dengan tahun lalu. Dulu (tahun lalu) kan ramai," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (14/4/2021).

Dia menjelaskan jumlah nominal yang diterima kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Apabila tahun lalu per orang mendapatkan Rp 2,4 juta, program BPUM tahun ini per orang mendapatkan Rp 1,2 juta.

"Kuota tidak ada. Siapa yang mau daftar silahkan.  Bedanya tahun ini tidak pakai nomor rekening. Hanya fotokopi KTP, KK, foto produk dan surat keterangan domisili usaha (SKDU)," ucapnya.

Joce sapaan akrabnya menuturkan, pendaftaran gelombang pertama secara online maupun offline dilayani hingga Kamis (15/4/2021) pukul 13.00. Pendaftaran akan dibuka kembali pada Minggu (18/4/2021).

Masyarakat yang telah mendaftarkan diri pada program BPUM tahun lalu bisa mengajukan lagi. Baik yang sudah mendapat bantuan maupun yang belum.

Pendaftar yang lolos atau menerima bantuan akan mendapatkan pemberitahuan berupa pesan via aplikasi pesan singkat. Kemudian penerima bantuan menuju ke bank yang ditunjuk guna pencairan melalui rekening yang disediakan pihak bank.

Dia menambahkan, program BPUM tahun sebelumnya ada sebanyak sekitar 71 ribu orang yang mengajukan. Akan tetapi dari jumlah itu hanya 35 ribu yang dinyatakan lolos atau mendapatkan bantuan.

Warga Kecamatan Mojogedang, Narita Putri S (23) mengatakan, baru pertama kali mendaftarkan program BPUM. Dia inisiatif mendaftarkan usaha milik ayahnya.

"Dapat info dari tetangga. Sebelumnya daftar dan dapat. Ini mendaftarkan usaha bapak. Jualan sprei keliling," ungkapnya. (Ais).

Penulis: Agus Iswadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved