Breaking News:

Universitas Ivet Semarang

Asupan Gizi di Bulan Puasa

Sejak merebaknya virus corona di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan beberapa imbauan yang harus kita patuhi oleh masyarakat yaitu anjuran

IST
Elsayanti Wani STrKeb MBiomed, Dosen Prodi S1 Sains Biomedis Universitas Ivet Semarang 

Elsayanti Wani STrKeb MBiomed
Dosen Prodi S1 Sains Biomedis Universitas Ivet Semarang

SEJAK merebaknya virus corona di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan beberapa imbauan yang harus kita patuhi oleh masyarakat yaitu anjuran untuk mencuci tangan dengan air dan sabun, melakukan pola hidup bersih dan sehat serta menerapkan pembatasan jarak (social-physical distancing) dengan tidak melakukan aktivitas di luar ruang bila tidak mendesak.

Sehubungan dengan itu, bulan ini adalah bulan suci Ramadhan tahun ke dua di tengah pandemi Covid-19. Setiap orang ditutut untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Berpuasa di tengah pandemi Covid-19 hampir sama seperti tahun lalu bukanlah menjadi pengalang dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun tubuh.

Selama berpuasa, penuhi asupan gizi dengan makan makanan yang bergizi dan seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air dan serat dalam jumlah yang cukup tidak berlebihan dan tidak kekurangan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Memilih makanan yang sehat dan tepat saat puasa merupakan hal yang penting. Konsumsi makanan yang sehat tidak terpaku pada satu atau dua jenis makanan yang di sukai saja. Menu makanan yang bervariasi yang dilengkapi dengan serat dari buah dan sayur serta banyak minum air putih akan melancarkan puasa dan membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

1. Gizi yang dibutuhkan tubuh saat sahur
Sahur adalah waktu yang paling penting saat melakukan ibadah puasa, yang dimana seseorang akan mengonsumsi makanan sebelum memulai puasa. Makan sahur dengan komposisi karbohidrat, protein dan lemak yang terdapat pada ikan, daging, telur, susu, kacang-kacangan, sayur dan buah yang seimbang akan mencegah perut kembung dan rasa tidak nyaman selama berpuasa. Selain itu, dapat memberikan kekuatan pada tubuh dan tetap memiliki energi hingga berbuka puasa.

2. Gizi yang dibutuhkan tubuh saat berbuka puasa
Berbuka puasa adalah waktu dimana memenuhi kebutuhan energi tubuh setelah berpuasa seharian. Menu buka puasa harus bisa terpenuhi sekitar 10-20 persen dari kebutuhan energi dari tubuh. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan manis yang mengandung vitamin seperti buah segar, kurma, serta air kelapa murni yang dimana mengandung banyak mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menggantikan cairan elektrolit yang hilang dan juga bisa mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan.

Selain itu, tubuh juga membutuhkan protein untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, menyeimbangkan cairan, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Protein membantu membentuk antibodi untuk melawan infeksi dari bakteri dan virus. Sumber protein terbagi menjadi dua yaitu protein hewani dan nabati, keduanya berasal dari lauk pauk seperti telur, daging, tempe, ikan, dan susu yang dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa.

Saat berpuasa, proses metabolisme tubuh akan melambat. Hal ini terjadi karena asupan gizi saat sahur telah banyak menghilang setelah tubuh melakukan berbagai aktivitas. Menu makanan atau minuman yang manis merupakan sumber kalori yang mudah diolah oleh tubuh. Energi dan stamina yang sempat menghilang dapat kembali seketika. Juga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh, sehingga proses metabolisme dapat kembali normal. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved