Breaking News:

Berita Semarang

Mbak Wolly Waria di Semarang Ubah Salon Jadi Tempat Ngaji saat Ramadan: Sebagai Ladang Ibadah

Salon Wolly tak ubahnya seperti salon pada umumnya. Dindingnya dipenuhi beberapa kaca lebar dan deretan alat  kecantikan.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi

"Saya ikhlas secara sukarela mengajar ngaji mereka. 

Saya ingat dulu ga mudah juga mencari ilmu sehingga saya ingin berbagi ilmu. 

Sekaligus sebagai ladang ibadah terutama selama bulan ramadan ini," ujarnya. 

Meski sukarela masih ada selentingan dari orang yang menyebut kalau mengajar di tempatnya harus bayar mahal. 

Padahal belajar mengaji di tempatnya tak dipungut biaya apapun. 

Biasanya yang berkomentar seperti itu lantaran belum kenal lebih dekat dengannya. 

"Datang rutin saja sudah bayaran bagi saya sebab ada kepuasan tersendiri selama mengajar ngaji," terangnya. 

Dia  mengaku, memang  ada  orangtua yang memberikan uang kepadanya sebagai ungkapan terima kasih lantaran anaknya diajari mengaji

"Kalau ada yang memberi uang biasanya buat subsidi silang dengan cara saya belikan air minum dan makanan yang nantinya disuguhkan saat acara tahlilan atau yasinan," terangnya. 

Dia mengungkapkan, selama mengajari mengaji ke para tetangganya tak ada stigma negatif. 

Sebaliknya para tetangganya sudah sangat percaya kepadanya. 

Begitupun para pemuka agama di tempatnya tinggal tak ada gesekan apapun. 

Kondisi lingkungan tanpa protes itu,menurutnya lantaran dia adalah warga pribumi di tempat tinggalnya. 

Para warga sudah sangat kenal kepadanya. 

Apalagi dia dari kecil hingga remaja sudah aktif di kegiatan keagamaan di lingkungannya seperti di remaja Masjid. 

"Sampai sekarang saya masih ke Masjid dari salat Jumat dan tarawih," bebernya. 

Kini, baginya, mengajar mengaji adalah sebuah kebahagian tersendiri. 

Terutama melihat para muridnya yang antusias mengaji

Bahkan dia merasa sedih saat beberapa kali aktivitas mengaji harus tertunda karena dia ada pekerjaan merias. 

"Sewaktu harus tertunda itu saya merasa berat dan berusaha mengganti waktu mengaji pada malam hari kadang lelah pun tak terasa," paparnya.

(Iwn)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved