Breaking News:

Rizieq Shihab Marah Lagi di Sidang Kasus Tes Swab Palsu

Rizieq menanyakan motivasi dari Bima Arya membuat laporan polisi soal kasus dirinya di RS UMMI, dengan keputusan yang begitu cepat.

Editor: Vito
Kompas.com/Istimewa
Mantan pemimpin FPI Rizieq Shihab saat membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Jumat (26/3/2021).(DOKUMENTASI KUASA HUKUM RIZIEQ SHIHAB) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus test swab palsu di Rumah Sakit UMMI, Bogor, Muhammad Rizieq Shihab (MRS) melayangkan banyak pertanyaan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (14/4).

Rizieq menanyakan motivasi dari Bima Arya membuat laporan polisi soal kasus dirinya di RS UMMI. Rizieq merasa heran, Bima dan Satgas Covid-19 Kota Bogor mengambil keputusan begitu cepat untuk membuat laporan polisi, padahal Bima baru 2 hari mengunjungi RS UMMI.

"Anda tanggal 26 anda datang, (tanggal) 27 anda datang ke Rumah Sakit UMMI, lalu 28 November sudah lapor polisi buat laporan. Lalu yang saya mau tanyakan, apa yang memotivasi anda kok bisa begitu cepat (buat laporan)?" tanya Rizieq Shihab dalam persidangan.

Padahal, kata Rizieq, dalam kurun waktu itu dirinya sedang melakukan perbincangan dengan para keluarga dan dokter RS UMMI.

Terlebih, dia menambahkan, hasil swab test dirinya di RS UMMI belum keluar, mengingat diperlukan beberapa hari untuk mengetahui hasilnya.

Rizieq pun menyayangkan keputusan Bima Arya yang secara cepat membuat laporan tersebut.

"Saya minta dicatat, bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya sekaligus Kepala Satgas Covid-19 di pengadilan yang mulia ini telah melakukan kebohongan di atas kebohongan. Terima kasih," kata Habib Rizieq dengan nada tinggi.

Jaksa penuntut umum kemudian menyela pernyataan Rizieq itu. Rizieq pun semakin marah. "Cukup, jaksa penuntut umum. Ini hak saya bicara. Cukup," teriak Rizieq sembari menunjuk-nunjuk jaksa.

Bima Arya, yang duduk sebagai saksi tampak mengangkat tangannya. Sementara Rizieq Shihab masih terus berbicara dengan nada tinggi.

"Anda memidanakan. Pasien dipidanakan. Anda ini melakukan kriminalisasi pasien, kriminalisasi RS. Anda yang memidanakan. Jadi saya berhak membela diri karena saya yang akan dipenjara, bukan anda," kata Habib Rizieq lagi masih dengan nada tinggi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved