Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Tilang ETLE di Kabupaten Tegal, Dari Bonceng Tiga hingga Meawan Arus

E-Tilang merupakan sistem tilang elektronik yang memanfaatkan sistem CCTV sebagai pengawasnya alih-alih polisi yang bertugas di jalanan

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Kasatlantas Polres Tegal, AKP Dwi Himawan Chandra saat ditemui di ruang kerjaannya. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sistem tilang elektronik atau E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) resmi diterapkan di wilayah Kabupaten Tegal sejak Selasa (23/3/2021) lalu. 

E-Tilang merupakan sistem tilang elektronik yang memanfaatkan sistem CCTV sebagai pengawasnya alih-alih polisi yang bertugas di jalanan.

Menurut Kasatlantas Polres Tegal, AKP Dwi Himawan Chandra, sementara ini kamera CCTV yang terpasang baru di tiga titik yaitu di lampu lalu lintas jalan MT. Haryono Slawi Kabupaten Tegal atau area sekitar Patung Obor. 

Adapun tiga titik yang dimaksud yaitu dari arah jalan KS.Tubun menuju patung obor, dari arah Alun-alun Hanggawana Slawi menuju patung obor, dan terakhir dari arah Selapura menuju patung obor. 

"Sejauh ini kami menemukan beberapa pelanggar yang berhasil terekam CCTV.

Namun jumlah spesifik berapa yang sudah ditindak info lebih lanjut akan kami sampaikan.

Adapun pelanggaran yang dimaksud seperti naik sepeda motor berboncengan tiga, tidak memakai helm, Over Dimension and Over Load (Odol), melawan arus, intinya pelanggaran yang bisa memicu terjadi kecelakaan lalu lintas inilah yang kami tindak," jelas AKP Himawan, pada Tribunjateng.com, Rabu (14/4/2021). 

Menurut AKP Himawan, adanya E-TLE CCTV ini sekaligus memantau apakah masyarakat semakin sadar untuk mematuhi aturan lalu lintas atau tidak.

Namun dari awal pemberlakukan E-TLE sampai sekarang kesadaran masyarakat cenderung meningkat jauh dari biasanya.

Katakan yang biasanya nekat menerobos lampu merah, tidak pakai helm, dan lain-lain sekarang berkurang. Dengan kata lain masyarakat jauh lebih tertib.

Selain menggunakan kamera yang terpasang di lampu lalu lintas (CCTV), masing-masing personil (petugas) juga dibekali kamera GoPro atau kamera portabel yang diletakkan di helm.

Tujuannya, saat petugas sedang patroli atau tidak sengaja menjumpai orang yang melakukan pelanggaran lalu lintas, petugas bisa menindak secara langsung.

Karena sudah terintegrasi dengan operator yang bertugas di posko E-TLE sehingga bisa langsung diproses.

"Saat ini kami ada sekitar 18 kamera portabel penindakan pelanggaran kendaraan bermotor (Kopek) yang digunakan oleh petugas di lapangan.

Jadi ketika menemukan pelanggaran data bisa langsung dikirim melalui hasil video di kamera," ungkapnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved