Breaking News:

Berita Banyumas

Bangkitnya Pengrajin Bedug di Banyumas, Setelah Mati Suri Setahun Akibat Pandemi

Setelah selesai diukur, kulit tersebut dipasangkan pada kayu bonggol kayu yang sudah disiapkan

TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Pengrajin bedug di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, saat membuat rangka bedug yang terbuat dari kayu trembesi, pada Kamis (15/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Dug dug dug terdengar bunyi bedug dari kejauhan. 

Suara gergaji mesin nyaring memotong setiap bagian dari kayu trembesi. 

Ada pekerja sibuk menjemur kulit sapi, ada pula yang memaku dan mengecat. 

Untungnya cuaca sendang mendukung, kulit sapi bahan membuat bedug itu dijemur. 

Kulit itu dipanteng (digelar) supaya tidak mengerut. 

Setelah kering, diukur diameter kayu yang sudah dicat dan akan dibuat bedug. 

Setelah selesai diukur, kulit tersebut dipasangkan pada kayu bonggol kayu yang sudah disiapkan.

Proses penyatuan kulit hewan dengan kayu dilakukan dengan paku dan beberapa tali-temali. 

Tidak terlihat lelah dari para pekerja meski, siang bolong bekerja di bulan puasa. 

Alhamdulillah, bisnis kerajinan bedug yang sejak turun temurun di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, kembali bangkit. 

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved