Kedai Langsep Macanan Salatiga, Tawarkan Menu Buka Puasa Khas Timur Tengah
Pengunjung Kedai Langsep Macanan dapat menjajal sajian menu makanan untuk berbuka khas yang biasa dinikmati warga asli Semenanjung Saudi Arabia.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: M Nafiul Haris
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -Tiba waktu berbuka puasa menjadi saat paling ditunggu selama bulan suci Ramadan.
Tidak jarang, sebagian orang menyajikan menu khusus hanya di bulan penuh berkah ini.
Umumnya, orang Indonesia menambah menu pembuka (takjil) selama Ramadan dengan kurma, kolak, es cincau dan lain sebagainya.
Tetapi, bagi Anda yang menyukai makanan khas Timur Tengah atau sekadar ingin mencoba sensasi berbuka puasa layaknya sajian masyarakat muslim di Semenanjung Saudi Arabia seperti nasi kabsah, kebuli, buryani, dan chicken curry tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri.
Di Kota Salatiga tepatnya di Kedai Langsep Macanan pengunjung dapat menjajal sajian menu makanan untuk berbuka khas yang biasa dinikmati warga asli Semenanjung Saudi Arabia seperti Yaman, Qatar, Oman, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.
Pemilik Kedai Langsep Macanan Salatiga Jatmiko Musiban Kholil mengatakan sengaja menyajikan menu khusus khas Timur Tengah selama bulan suci Ramadan bertujuan mengenalkan ragam kuliner sekaligus menawarkan sensasi berbeda.
"Selain makanan berat, kami juga menyediakan snack Roti Channai atau biasa disebut Roti Maryam. Tujuan saya menawarkan menu makanan khas Timur Tengah ini untuk mengenalkan kepada masyarakat ragam kuliner Arab, bahwa di Salatiga ada, tidak perlu ke Solo atau Semarang," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Kedai Langsep Macanan Jalan Singaperkasa No 25 Macanan, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Rabu (14/4/2021)
Menurut Chef Miko begitu sapaan akrabnya, awal mula memilih menjual makanan dengan menu khas Timur Tengah karena di Salatiga belum banyak yang menjual. Kemudian, latar belakang dirinya pernah menjadi juru masak di beberapa hotel di Dubai dan Arab Saudi selama hampir 12 tahun.
Ia menambahkan, beragam menu yang ditawarkan kepada pengunjung mulai makanan sampai minuman dibanderol dari harga Rp 3 ribu sampai Rp 45 ribu. Selama Ramadan, pembeli dilayani mulai pukul 14.00 sampai 19.00 WIB atau dapat order lewat aplikasi GO-JEK maupun Grab.
"Roti Channai cukup Rp 3 ribu, tersedia toping dengan madu, coklat, dan keju. Untuk makanan besar, bisa memakai beras lokal atau impor dengan toping daging kambing maupun ayam. Sedangkan minuman khas Timur Tengahnya ada teh tarik," katanya
Ia menambahkan, dalam proses memasak nasi kabsah dinilai cukup cepat hanya membutuhkan waktu sekira 15 menit. Jika pengunjung ingin menikmati makanan berkelompok atau beramai-ramai tersedia nasi kebuli.
Chef Miko menerangkan, memiliki keahlian memasak menu masakan khas Timur Tengah dari belajar langsung dengan chef asal Lebanon, Turki, dan Yordania selama bekerja di luar negeri.
"Yang membedakan hanyalah campuran rempah-rempahnya. Jika orang asli negara-negara Arab itu lebih kuat rasa rempahnya, terutama nasi kebuli. Untuk nasi kabsah lebih ringan, jadi yang kurang menyukai aroma rempah-rempah bisa menjadi alternatif," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kedai-langsep-macanan-salatiga-chef-miko.jpg)