Breaking News:

Kecelakaan

Mobil Merah Karatan Bekas Kecelakaan Dipajang di Pemalang, Jadi Simbol Maut

Tugu tersebut berhias mobil keluaran tahun 2.000 an berwarna merah maroon dalam kondisi ringsek, dengan beberapa bagian kendaraan tak utuh lagi. 

Tribun Jateng/ Budi Susanto
Tugu mobil yang ada di Jalan Pantura Pemalang, tepatnya di pertigaan Sewuni, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Kamis (15/4/2021). 

Penulis : Budi Susanto 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Jika kebanyakan tugu, atau monumen berdiri megah layaknya menggambarkan kondisi suatu daerah, berbeda dengan tugu di salah satu sudut Jalan Pantura Pemalang, tepatnya di pertigaan Sewuni, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang

Tugu tersebut berhias mobil keluaran tahun 2.000 an berwarna merah maroon dalam kondisi ringsek, dengan beberapa bagian kendaraan tak utuh lagi. 

Masyarakat sekitar menyebut tugu itu dengan nama tugu mobil. Meski sebutannya demikian, namun bukan lantaran warga sekitar punya banyak mobil, atau berbisnis mobil. 

Justru tugu tersebut memiliki makna mematikan, atau simbol maut, karena di lokasi tersebut acap kali terjadi kecelakan yang memakan korban jiwa. 

Satlantas Polres Pemalang juga menyebutkan, lokasi berdirinya tugu mobil, merupakan wilayah black spot yang acap kali terjadi kecelakaan. 

Black spot sendiri dapat diartikan suatu tempat yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, dengan radius sekitar 500 meter, dan mengakibatkan fatalitas korban meninggal dunia. 

Kanitlaka Satlantas Polres Pemalang, Iptu Nuryadi, juga membenarkan, lokasi berdirinya tugu mobil merupakan zona black spot.

"Lokasi tersebut memang rawan kecelakan, kondisi jalan lurus di Jalur Pantura membuat pengguna jalan acap kali melaju kencang. Padahal banyak kendaraan yang menyebrang," jelasnya, Kamis (15/4/2021).

Iptu Nuryadi, mengatakan, tugu mobil sudah ada sekitar 2014 silam, sebelum ia bertugas di Satlantas Polres Pemalang

"Karena di wilayah tersebut sering terjadi kecelakaan, maka tugu mobil dibuat. Tujuannya sebagai pengingat agar pengguna jalan lebih hati-hati," paparnya. 

Menyoal mobil yang dijadikan monumen, Iptu Nuryadi, menuturkan, mobil berwarna merah maroon itu memang bekas kecelakan fatal. 

"Mobil itu bekas kecelakan bertahun-tahun lalu, dan tidak diambil oleh pemiliknya,” ucapnya.

(*)

Penulis: budi susanto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved