Breaking News:

Myanmar Membara Lagi, Aparat Tembaki Unjuk Rasa Tim Medis hingga Tabrak Demonstran

para pekerja medis itu baru saja berkumpul pada pagi hari, tapi aparat keamanan langsung membubarkan mereka dengan tembakan.

Editor: Vito
SELEBARAN/AFP/FACEBOOK
Foto yang diambil dan diterima dari sumber anonim melalui Facebook menunjukkan pengunjuk rasa mengadakan aksi protes dengan menyalakan lilin terhadap kudeta militer di Mogok, divisi Mandalay, Myanmar, pada Senin (11/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, MANDALAY - Setelah beberapa hari tenang dengan aksi bisu aktivis, Myanmar kembali membara ketika aparat keamanan menembaki petugas medis yang menggelar demonstrasi di Kota Mandalay pada Kamis (15/4).

Reuters melaporkan, para pekerja medis itu baru saja berkumpul pada pagi hari, tapi aparat keamanan langsung membubarkan mereka dengan tembakan. Tak hanya itu, mereka juga menahan sejumlah demonstran.

Sejumlah media di lapangan tak dapat mengonfirmasi jumlah korban atau demonstran yang ditahan. Namun, media lokal, Khit Thit, melaporkan bahwa seorang pria tewas tertembak di kompleks masjid di dekat lokasi demo.

Warga desa di dekat masjid itu mengatakan bahwa tentara tiba di daerah tersebut pada pagi hari dan mulai melepaskan tembakan.

Menurut warga itu, pria tersebut terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. "Tak ada demonstrasi di sini. Tentara hanya datang, dan sepertinya mencari seseorang," ujar warga itu kepada BBC Myanmar.

Adapun, aparat menangkap satu tokoh pemimpin demonstrasi ternama Myanmar, Wai Moe Naing, dengan cara menabrak motor sang aktivis saat sedang berunjuk rasa pada Kamis (15/4).

"Saudara kami, Wai Moe Naing, ditahan. Motornya ditabrak dengan mobil pribadi polisi (yang menangkap-Red)," ujar satu anggota kelompok penyelenggara demonstrasi, Win Zaw Khiang, seperti dikutip Reuters.

Sebelum penangkapan itu, jurnalis Reuters sempat berkomunikasi dengan Wai. Aktivis berusia 25 tahun itu mengaku sedang bersiap memimpin demonstrasi di Kota Monywa, sekitar 700 kilometer dari Yangon.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan satu mobil menabrak sekelompok pengendara motor. Namun, Reuters tak bisa mengonfirmasi keabsahan video itu.

Nama Wai mulai tenar di Myanmar karena kerap menyerukan demonstrasi sejak militer mengudeta pemerintahan sipil pada 1 Februari lalu. Melihat begitu kuat pengaruh Wai, sejumlah pemimpin demonstrasi lain khawatir akan keamanan pemuda itu di tahanan aparat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved