Breaking News:

Myanmar Membara Lagi, Aparat Tembaki Unjuk Rasa Tim Medis hingga Tabrak Demonstran

para pekerja medis itu baru saja berkumpul pada pagi hari, tapi aparat keamanan langsung membubarkan mereka dengan tembakan.

Editor: Vito
SELEBARAN/AFP/FACEBOOK
Foto yang diambil dan diterima dari sumber anonim melalui Facebook menunjukkan pengunjuk rasa mengadakan aksi protes dengan menyalakan lilin terhadap kudeta militer di Mogok, divisi Mandalay, Myanmar, pada Senin (11/4/2021). 

Kudeta militer telah menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis setelah 10 tahun melangkah menuju negara demokratis, dengan aksi protes harian dan kampanye pembangkangan sipil, termasuk mogok kerja oleh para pekerja di banyak sektor yang telah membuat ekonomi terhenti.

Kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada Selasa (13/4), khawatir kekejaman militer pada demonstran berisiko meningkat menjadi konflik sipil seperti yang terlihat di Suriah. PBB pun meminta aksi 'pembantaian' itu segera dihentikan.

Ledakan kecil telah terjadi di berbagai kota selama beberapa hari terakhir, menambah rasa takut dan krisis, dengan dua ledakan di pusat kota Monywa pada hari Rabu melukai satu orang, lapor Monywa Gazette.

Kudeta itu juga telah menyalakan kembali permusuhan dalam konflik lama antara pasukan militer dan etnis minoritas yang memperjuangkan otonomi di wilayah perbatasan.

Pasukan pemerintah menderita kerugian besar dengan jatuhnya korban di pihaknya dalam serangan terhadap pasukan etnis Kachin di utara, lapor kelompok media Myanmar Now. (cnn/tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved