Breaking News:

Puisi

Puisi Tentang Mahasiswa yang Mati, 1966 Sapardi Djoko Damono

Puisi Tentang Mahasiswa yang Mati, 1996 Sapardi Djoko Damono: Aku mencintainya sebab ia mati ketika ikut rame-rame hari itu. Aku tak mengenalnya, hany

Gramedia.com
Sapardi Djoko Damono, penyair Indonesia angkatan 1970-an. 

Puisi Tentang Mahasiswa yang Mati, 1966 Sapardi Djoko Damono

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Tentang Mahasiswa yang Mati, 1996 Sapardi Djoko Damono:

Tentang Mahasiswa yang Mati, 1966

Aku mencintainya sebab ia mati ketika ikut
rame-rame hari itu. Aku tak mengenalnya,
hanya dari koran, tidak begitu jelas memang,
kenapanya atau bagaimananya (bukankah semuanya
demikian juga?) tetapi rasanya cukup alasan
untuk mencintainya. Ia bukan
mahasiswaku. Dalam kelas mungkin saja
ia suka mengantuk, atau selalu tampak sibuk mencatat,
atau diam saja kalau ditanya,
atau sudah terlanjur bodoh sebab ikut saja
setiap ucapan gurunya. Atau malah terlalu suka
membaca sehingga semua guru jadi asing baginya.
Dan tiba-tiba saja, begitu saja, hari itu ia mati;
begitu berita yang ada di koran pagi ini –
enyah kenapa aku mencintainya
karena itu. Aneh, koran ternyata bisa juga
membuat hubungan antara yang hidup
dan yang mati, yang tak saling mengenal.
Siapa namanya, mungkin disebut di koran,
tapi aku tak ingat lagi,
dan mungkin juga tak perlu peduli. Ia telah
mati hari itu – dan ada saja yang jadi ribut.
Di negeri orang mati, mungkin ia sempat
merasa was-was akan nasib kita
yang telah meributkan mahasiswa mati.

(*)

Penulis: iam
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved