Breaking News:

Ponpes Askabul Kahfi

Sejarah dan Pengertian Puasa Ramadhan

Menurut penjelasan dalam kitab Fiqhul Islam waadillatihi, di fardhukannya Puasa Romadhon yaitu pada tanggal 10 Sya`ban 2 hijriyah,

IST
KH. Masruchan Bisri, pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Kota Semarang 

Oleh: KH. Masruchan Bisri
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Kota Semarang

MENURUT penjelasan dalam kitab Fiqhul Islam waadillatihi, difardhukannya Puasa Romadhon yaitu pada tanggal 10 Sya'ban 2 hijriyah, satu setengah tahun setelah pengalihan qiblat ke Ka'bah (Mekkah). Rosulullah SAW melaksanakan ibadah puasa romadhon sebanyak sembilan kali dalam sembilan tahun, dan beliau wafat pada bulan robi'ul awal tahun 11 hijriyah.

Sebelum datangnya perintah wajib untuk melaksanakan Puasa Romadhon Rosulullah SAW berpuasa 3 hari setiap bulannya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Mu`ad bin Jabal, ia berkata:” Sesungguhnya Rosulullah SAW sampai di Madinah (hijrah) beliau berpuasa di hari asy-syura dan berpuasa tiga hari setiap bulannya”. (Tafsir Qurthubi jilid I hal 660)

Dimulainya Puasa Romadhon berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim yaitu ketika melihat hilal dan apabila hilal tertutup dengan mendung, maka menyempurnakan bulan Sya'ban sampai 30 hari.

Pengertian Puasa

Siyam atau puasa secara lughoh (bahasa) artinya al imsak (menahan atau mengekang), dan pengertian menurut istilah ialah: menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengancara yang telah ditentukan.

Dasar diwajibkannya Puasa Ramadhan adalah firman Allah dalam Al Qur`an Surah Al Baqoroh ayat 183:” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa umat-umat terdahulu juga berpuasa ramadhan sebagaimana dijelaskan dalam tafsir Qurthu bihal 659 jilid I :“Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan kaum Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS untuk berpuasa Ramadhan, namun mereka mengubahnya”. Di antara akhbar (ulama') mereka ada yang menambah 10 hari, lalu suatu ketika ada beberapa ulama mereka diserang penyakit, lalu mereka bernadzar, jika mereka diberi kesembuhan oleh Allah SWT, maka mereka akan menambah puasa mereka 10 hari lagi. Kemudian setelah mereka sembuh, mereka benar-benar melakukannya. Oleh karena itu, maka puasa orang-orang Nasrani menjadi 50 hari. Lalu ketika musim panas menyulitkan mereka untuk berpuasa, maka mereka memindahkan puasa bulan Ramadhan ke musim semi.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Daghfal bin Hamzhalah, Nabi bersabda: ”Sebelumnya kaum Nasrani diwajibkan berpuasa satu bulan lalu seorang dari mereka jatuh sakit dan mereka berkata: ”Jika Allah menyembuhkannya, maka kita akan menambahkan puasa kita sepuluh hari kemudian ada seseorang lagi yang memakan daging dan membuat sakit mulutnya dan mereka berkata: ” Jika Allah menyembuhkannya, maka kita akan menambahkan puasa kita tujuh hari”. Kemudian penyakit tersebut menyerang orang lain, dan mereka berkata: ” Bagaimana kalau kita sempurnakan tujuh hari ini menjadi sepuluh hari, dan kita pindahkan puasa kita pada musim semi, maka puasa mereka setelah itu menjadi 50 hari”.

Mujahid berkat : ” bahwa sesungguhnya Allah memfardhukan puasa Bulan Romadhon kepada setiap umat”. Adh-dhahak menambahkan: ” jenis puasa wajib ini berlangsung dari Nabi Nuh AS sampai diwajibkannya puasa romadhon (bagi umat Nabi Muhammad SAW).

Makna “la'allakum tattaquun” menurut Imam Thobari dalam tafsir Thobarihal 159 juz I ialah: agar kalian menjauhkan diri dari makan, minum, berjima' dengan wanita ketika berpuasa.

Menurut Qurthubi dalam tasir Qurthubihal 660 juz I ialah: agar kalian terhindar dari perbuatan maksiat. Sedangkan menurut penjelasan dalam kitab Fiqhul Islam waadillatithi ialah agar kalian melemahkan (syahwat). Karena sesungguhnya jika seseorang sedikit makannya,maka syahwatnya akan melemah, dan jika syahwatnya sudah melemah, maka akan sedikit maksiat yang dilakukannya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved