Breaking News:

Berita Sragen

Setahun Tutup, Museum Sangiran Sragen Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 100 Orang Per-hari

"Museum Sangiran sudah dibuka sejak Sabtu lalu. Yang utama sementara ini untuk pengunjung masih dibatasi jumlahnya per hari 100 orang."

TribunJateng.com/Mahfira Putri
Plakat Museum Sangiran Purba Sangiran, Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Setelah tutup selama satu tahun, wisata Museum Purba Sangiran, Sragen sudah kembali dibuka. Soft opening Museum Sangiran sudah sejak Sabtu (10/4/2021) lalu.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya sebelum Pandemi Covid-19, protokol kesehatan ketat sangat diberlakukan ketika para wisatawan masuk ke museum.

Per hari, jumlah wisatawan yang datang hanya 100 orang. Wisatawan yang akan masuk museum juga dibatasi sebanyak 10 orang per satu rombongan. Satu rombongan kini juga harus didampingi oleh satu pemandu wisata.

"Museum Sangiran sudah dibuka sejak Sabtu lalu. Yang utama sementara ini untuk pengunjung masih dibatasi jumlahnya per hari 100 orang."

"Itu juga dengan shift-shift. Dimana satu shift maksimal 10 orang dengan satu pemandu wisata," terang Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Sragen, Yusep Wahyudi kepada Tribunjateng.com.

Durasi bagi para wisatawan ketika berkunjung juga menjadi perhatian. Tidak lagi sepuasnya, wisatawan hanya dibatasi dengan waktu tidak lebih dari 30 menit.

Pihaknya berencana akan membuka lebih banyak kuota, namun jika sudah mulai bisa diatur dengan sistem, sesuai dengan arahan dari pusat.

Berkoordinasi Dengan Puskesmas, Polsek dan Koramil

Yusep sapaan akrabnya melanjutkan terkait protokol kesehatan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Puskesmas, Polsek dan Koramil Kalijambe.

Wisatawan akan dilakukan screening di depan pintu masuk museum. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun dan wajib memakai masker.

"Jika agak tinggi suhunya 37 keatas nanti diminta untuk istirahat terlebih dahulu. Kita sediakan tempat, jika tidak kunjung turun suhunya akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," lanjut dia.

Sementara untuk pembayaran tiket masuk, Yusep mengaku masih menerima uang cash seperti biasa. Namun saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pembayaran melalui Qriss.

Tidak Ada Batasan Wisatawan Luar Daerah

Pembukaan Museum Sangiran dikatakan Yusep tidak hanya diperuntukkan bagi warga Sragen, pihaknya menerima wisatawan dari luar daerah Sragen.

"Selama pembukaan ini kebanyakan wisatawan yang datang malah dari luar Sragen ya Solo Raya, Sragen hanya sebagian. Kalau untuk luar Soloraya sepertinya belum, melihat situasi seperti ini," terangnya. (uti) 

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved