Breaking News:

Berita Kendal

Disdikbud Kendal Siapkan 11 Sekolah Tambahan untuk Pembelajaran Tatap Muka

Disdikbud Kabupaten Kendal sudah mempersiapkan 11 sekolah tambahan jika simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) bisa diperlebar.

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Simulasi PTM di SMAN 1 Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal sudah mempersiapkan 11 sekolah tambahan jika simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) bisa diperluas.

Yakni meliputi 5 SMP dan 6 SD tambahan yang dinilai siap untuk mewakili masing-masing eks kawedanan di Kabupaten Kendal.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, 11 sekolah itu meliputi SMPN 2 Boja, SMPN 1 Patean, SMPN 2 Kendal, SMP 2 Brangsong, SMP N 2 Weleri, SDN 1 Brangsong, SDN Sukorejo, SDN 2 Patukangan, dan beberapa sekolah dasar lainnya.

Baca juga: Ratusan Orang Positif Covid-19 Setelah Ikut Ritual yang Dihadiri Ribuan Warga di Sungai Gangga

Baca juga: Istri Diludahi Mantan Pacar, Pria Solo Ini Culik Pelaku Lalu Dibawa Ke Kuburan & Disetrum

Baca juga: Bayi Kambing Lahir Mirip Manusia Disembah Warga, ini Wujud Aslinya

Baca juga: Akun Instagram Felicia Tissue Aktif Kembali, Unggah Pesan Ini, Sindir Kaesang Pangarep?

Sejumlah sekolah tersebut dinilai paling siap untuk meneruskan simulasi PTM di jenjang SMP dan SD sederajat.

"Yang menjadi tantangan ke depan jika mau diperluas yaitu tantangannya konsistensi, sehingga semua pihak berperan aktif mengingatkan dan monitoring pelaksanaan PTM," terangnya di Kendal, Kamis (15/4/2021).

Beberapa daftar sekolah itu rencananya bakal diajukan kepada Bupati Kendal maupun Provinsi Jawa Tengah pada tahapan evaluasi serentak pekan depan. Ia berharap, perluasan PTM bisa terus diupayakan untuk mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah secara bertahap.

Selain sekolah negeri, Wahyu juga bakal mengajukan beberapa sekolah swasta untuk representasi mengikuti simulasi PTM. Di antaranya SMP NU 1 Muallimin Weleri, SMP Muhammdiyah Sukorejo, juga sekolah di bawah naungan PGRI dan sekolah yang menerapkan sistem boarding school. 

"Tujuannya, minimal dari sejumlah eks-kawedanan di Kendal memiliki sekolah rujukan yang menjadi percontohan. Semoga nanti bisa dilakukan penambahan sekolah," tuturnya. 

Menurut Wahyu, hingga saat ini PTM di Kabupaten Kendal dinilai lancar dan sukses dari hasil evaluasi pekan pertama. Ia menekankan agar peran serta guru, hingga orangtua siswa terus ditingkatkan agar protokol kesehatan selama PTM bisa dilakukan dengan baik. 

Terkait pengembangan PTM, Wahyu menilai vaksinasi Covid-19 terhadap guru dan tenaga kependidikan menjadi suatu hal penting. Pihaknya telah mendata 500-an guru dan tenaga kependidikan dari 11 sekolah representasi PTM yang diajukan ke Dinas Kesehatan.  

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved